Bus Trans Jateng Dipastikan Masuk Batang 2028

Riyan Fadli • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:51 WIB
Bus Trans Jateng (ist)
Bus Trans Jateng (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Moda transportasi massal yang telah lama dinanti, Trans Jateng, dipastikan bakal segera mengaspal di wilayah Kabupaten Batang. Kehadiran transportasi publik ini digadang-gadang menjadi solusi ampuh untuk mengurai kepadatan lalu lintas harian yang semakin meningkat seiring melesatnya operasional tenant di KITB.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengungkapkan bahwa kepastian masuknya rute Trans Jateng ini merupakan hasil dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Batang. Ia menyebut, alokasi armada ini merupakan bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) usai Pemkab sukses menerapkan skema smart financing.

"Sebenarnya Kabupaten Batang belum masuk ke dalam skema (awal) Trans Jateng. Tetapi karena kemarin kita melaksanakan smart financing di Kabupaten Batang dengan APBD, salah satu hadiah yang diberikan oleh Gubernur melalui Dishub adalah kepastian bahwa Trans Jateng di Batang akan beroperasi," tegas M. Faiz Kurniawan, Senin 3 Agustus 2026.

Moda transportasi publik ini menjawab tingginya urgensi sarana transportasi publik untuk mobilitas puluhan ribu pekerja KITB yang kerap memadati jalur utama hingga jalan-jalan alternatif (jalan tikus) di pagi dan sore hari. Bupati menjelaskan bahwa timeline pelaksanaannya sudah disusun secara terukur.

Proses pengkajian dan penyiapan sistem mulai dimatangkan. Fokus penyiapan infrastruktur pendukung akan digenjot pada tahun 2027 mendatang, sebelum akhirnya armada resmi mengaspal secara penuh. "Tahun ini sudah kajian. 2027 mulai menyiapkan, dan insyaallah tahun 2028 sudah mulai (beroperasi)," ungkapnya. 

Baca Juga: Ini Rutenya, Trans Jateng Bakal Sampai Kabupaten Batang

Lebih lanjut, M. Faiz Kurniawan memaparkan konsep manajemen rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan transportasi publik secara terintegrasi agar penumpukan kendaraan pribadi tidak terjadi di titik-titik krusial seperti Banyuputih atau Kedawung.

Sebagai titik kumpul utama, Terminal Gringsing akan disiapkan sebagai hub atau pusat pemberhentian armada Trans Jateng.

"Makanya kita prioritaskan untuk menggunakan transportasi publik. Tinggal nanti dari Terminal Gringsing itu kita bikinkan shuttle untuk masuk ke KITB," jelas Bupati.

Dengan skema terpusat ini, para pekerja yang turun di Terminal Gringsing akan langsung diangkut masuk ke dalam kawasan pabrik menggunakan kendaraan pengumpan (shuttle) khusus.

"Harapannya nanti yang dipakai bukan lagi distribusi mobil masyarakat yang terpecah dari Banyuputih atau Kedawung. Sebagian transportasi publik akan sampai ke Gringsing, dan dari Gringsing masuk ke KITB melalui shuttle tersebut," pungkasnya.

Langkah preventif ini diharapkan tidak hanya menekan angka penggunaan kendaraan roda dua dan roda empat pribadi, tetapi juga mewujudkan ekosistem kawasan industri yang tertata, efisien, dan ramah lingkungan di masa depan.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
M. Faiz Kurniawan bus trans jateng KITB batang