SK Kemensos Turun, Megaproyek Sekolah Rakyat Batang Masuk Pembangunan Tahap III A

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:22 WIB
SIAP DIBANGUN: Aktivitas perataan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Subah.
SIAP DIBANGUN: Aktivitas perataan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Subah.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pembangunan megaproyek Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Batang akhirnya menemui titik terang yang melegakan. Kepastian pembangunan fasilitas pendidikan terpadu bagi warga miskin ekstrem ini resmi terjawab melalui Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Sosial yang terbit belum lama ini.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Batang, Sri Purwaningsih, secara tegas membenarkan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tersebut di Batang sudah dipastikan akan masuk ke tahap pelelangan pada tahun ini. Batang menjadi salah satu wilayah strategis di Jawa Tengah yang mendapatkan prioritas dari pemerintah pusat.

"Kemarin baru saja ada SK dari kementerian yang turun, tepatnya tertanggal 21 Juli 2026. Batang masuk dalam skema pembangunan ini bersama beberapa kabupaten lain di Jawa Tengah seperti Banjarnegara, Kendal, Pemalang, Kebumen, Klaten, dan Kabupaten Semarang," ungkap Sri Purwaningsih.

Pemerintah Kabupaten Batang pun rupanya telah mematangkan kesiapan penyediaan lahan seluas kurang lebih 8,3 hektare di kawasan Desa Clapar, Kecamatan Subah. Tingkat kesiapan ini diamini secara penuh oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Wilopo.

Ia memaparkan bahwa Kabupaten Batang telah mendapatkan lampu hijau dari kementerian terkait untuk masuk dalam gerbong pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III A. Proses krusial diestimasikan akan mulai bergulir pada bulan Oktober mendatang.

"Terkait dimulainya pembangunan gedung Sekolah Rakyat, saya sudah dapat info bahwa Oktober prosesnya akan dimulai. Tapi, apakah itu tahap lelangnya, tanda tangan kontrak, atau sudah tahap ground breaking, kami masih terus menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian," ujar Wilopo.

Baca Juga: Lahan Siap Dibangun, DPRD dan Pemkab Batang Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Batang Dimulai Tahun Ini

Menurut Wilopo, lahan di Desa Clapar dijamin bersertifikat milik Pemda, berstatus clear and clean, terbebas dari sengketa, dan bukan merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), serta peruntukannya sangat sesuai dengan tata ruang permukiman perkotaan. 

Proyek di Batang ini terintegrasi dalam rencana besar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang sedang menyiapkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Rakyat Tahap 3 berskala nasional. Nantinya, Sekolah Rakyat ini dirancang berskala besar menggunakan sistem asrama dan diperkirakan mampu menampung kuota hingga 1.000 peserta didik.

 

Rancangan infrastrukturnya sangat komprehensif, mencakup 36 ruang kelas (18 SD, 9 SMP, 9 SMA), yang didukung berbagai fasilitas penunjang terpadu seperti asrama siswa, lapangan upacara, dan gedung serbaguna. Dinsos Batang mencatat terdapat lebih dari 750 keluarga di Kabupaten Batang yang termasuk dalam kategori desil 1 dan 2 (miskin ekstrem dan sangat miskin) sebagai target sasarannya. Ke depan, tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan diterjunkan untuk memverifikasi serta memvalidasi calon siswa secara door to door dari pintu ke pintu. (yan/dit)

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sekolah Rakyat sekolah rakyat jawa tengah sekolah rakyat batang tahap iiia Kabupaten Batang