Tingkatkan Nilai Ekonomi, IPB Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Batang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Dosen IPB saat memberikan pelatihan pada warga Batang.
Dosen IPB saat memberikan pelatihan pada warga Batang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang– Kabupaten Batang dikenal kaya akan potensi komoditas unggulan pertanian, mulai dari kopi, teh, kentang, hingga beragam rempah-rempah. Sayangnya, prospek besar ini belum tergarap maksimal lantaran mayoritas petani masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonomi yang didapat belum optimal.

Merespons kondisi tersebut, IPB University turun tangan melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam). Berkolaborasi dengan BLKK Cakrawangsa Indonesia Mulia Foundation, mereka menggelar pelatihan bertajuk "Pengembangan Industri Pedesaan Berbasis Potensi Lokal Kabupaten Batang, Jawa Tengah". Langkah strategis ini bertujuan menggenjot kapasitas petani dan pelaku usaha agar mampu mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Sri Mulatsih dalam pelatihannya menekankan pentingnya konsep hilirisasi. Menurutnya, hilirisasi adalah kunci utama untuk mendongkrak daya saing sektor pertanian di pasaran.

Peserta diberikan pemahaman menyeluruh bahwa hilirisasi bukan sekadar menyulap hasil panen menjadi produk jadi. Lebih dari itu, proses ini menyentuh aspek inovasi produk, quality control (peningkatan kualitas), packaging atau pengemasan yang menarik, strategi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Lewat sentuhan hilirisasi, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai industri pedesaan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, memaparkan bahwa program Dospulkam IPB University tidak hanya berhenti pada tahap pendampingan. Lebih jauh, program ini juga melakukan transfer teknologi dan inovasi secara langsung kepada masyarakat.

"Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong industrialisasi pedesaan dalam menghadapi tranformasi industri besar yang tengah terjadi di Batang," kata Caswiyono.

Akses Permodalan Jadi Kunci

Tak hanya dibekali ilmu produksi, para peserta pelatihan juga mendapatkan pencerahan terkait akses pembiayaan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Semarang. Hal ini menjawab kendala klasik pelaku UMKM dalam mengembangkan skala bisnisnya, seperti untuk peningkatan kapasitas produksi, pembelian alat, hingga perluasan jaringan marketing.

 

Pihak PNM menegaskan pentingnya kesiapan internal pelaku usaha sebelum mengakses permodalan. Mulai dari pengelolaan keuangan yang rapi, kelengkapan legalitas usaha, hingga penyusunan business plan (rencana bisnis) yang terarah.

Sinergi apik antara IPB University, BLKK Cakrawangsa, dan PNM Cabang Semarang ini diharapkan menjadi katalisator yang memperkuat ekosistem agroindustri di Kabupaten Batang. Ke depan, komoditas unggulan Batang ditargetkan mampu bertransformasi menjadi produk kompetitif yang tak hanya menembus pasar luas, tetapi juga berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan petani desa.(yan/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Sri Mulatsih Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) petani ipb university Kabupaten Batang