Angka PMKS Capai 173 Ribu Jiwa, Luncurkan "Batang Sejahtera"

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:40 WIB
KESEJAHTERAAN: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, meluncurkan Proyek Perubahan Batang Sejahtera di Aula Bupati Batang.
KESEJAHTERAAN: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, meluncurkan Proyek Perubahan Batang Sejahtera di Aula Bupati Batang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Lonjakan angka Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Batang menjadi sorotan serius. Memasuki pertengahan tahun 2026, tercatat ada 173 ribu jiwa PMKS dari total 847.175 penduduk di wilayah ini. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemkab Batang bergerak cepat meluncurkan inovasi Proyek Perubahan Batang Sejahtera.

Solusi utamanya adalah memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Kesejahteraan Sosial di bawah Dinas Sosial.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang, Darsono, mengungkapkan bahwa pembentukan program ini dilatarbelakangi oleh posisi statistik kesejahteraan Batang di tingkat provinsi.

“Proper ini saya susun diilhami meningkatnya PMKS di Kabupaten Batang, akhir 2025 saja sudah berada di peringkat 23 dari 35 kabupaten/kota,” katanya.

Layanan sistem kesejahteraan akan dipecah agar lebih mudah dijangkau masyarakat pinggiran. “Salah satu upaya yang dioptimalkan yakni dibentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar pelayanan yang diberikan makin cepat dan dekat.

Baca Juga: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan Serahkan Bantuan Modal untuk PKL Relokasi Pujasera, Janji Percantik Kawasan

Serta memperkuat sistem yang diawali dari wilayah Batang Timur, meliputi Kecamatan Limpung, Tersono, Pecalungan, Banyuputih, Subah dan Gringsing. UPTD serupa juga nantinya akan dibentuk secara bertahap di wilayah Batang Selatan dan Kota,” jelasnya.

Inovasi percepatan layanan ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan. Mengingat luasnya wilayah Batang, desentralisasi layanan sosial di berbagai titik dinilai sebagai terobosan krusial.

“Setelah layanan yang makin dekat dan cepat ini, tentu jadi upaya kita untuk menurunkan jumlah PMKS di Kabupaten Batang,” ujar dia.

 

Dalam peluncuran tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada para ujung tombak pendataan, yakni operator data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) yang konsisten melakukan pemutakhiran di desa.

“Saya apresiasi karena di tengah segala keterbatasan mereka tetap bekerja keras memproses data, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, makanya saya kasih hadiah kepada yang konsisten memperbarui data,” pungkasnya.

Salah satu penerima apresiasi adalah Bambang Haryanto, operator SIKS dari Desa Yosorejo, Kecamatan Gringsing. Berkat ketelatenannya bersama perangkat RT/RW memutakhirkan 300 data kepala keluarga hingga akhir Juni, banyak warga rentan yang akhirnya tersentuh bantuan.

Ia menceritakan salah satu kasus krusial di desanya di mana pembaruan data berhasil menyelamatkan nasib warga rentan.

“Awalnya ada warga kami yang sudah dua tahun mengalami kecelakaan, hingga cacat permanen, setalah dicek dia termasuk Desil 5 ke atas yang harusnya tidak menerima bantuan. Maka kami berupaya memutakhirkan data supaya bisa memperoleh bantuan,” ungkap Bambang.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
pmks Proyek Perubahan Batang Sejahtera M Faiz Kurniawan kesejahteraan Kabupaten Batang