METROPEKALONGAN.COM, Batang- Sejarah baru tercipta di tubuh institusi kepolisian wilayah Batang. Seiring dengan peningkatan tipologi dari Polres menjadi Kepolisian Resor Kota (Polresta), tongkat komando kepemimpinan kini resmi dipegang oleh perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polisi.
Kombes Pol Warsono, resmi menjabat sebagai Kapolresta Batang menggantikan pejabat lama, AKBP Veronica. Transisi kepemimpinan ini ditandai dengan rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Farewell Parade di Mapolresta Batang, Kamis 6 Agustus 2026.
Prosesi penyambutan Kapolresta Batang yang baru dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kedatangan Kombes Pol Warsono beserta istri disambut hangat dengan pengalungan bunga melati oleh Wakapolresta Batang dan Pj. Ketua Bhayangkari Cabang Batang. Kemegahan tradisi berlanjut melalui Jajar Kehormatan dan formasi lingkaran Pedang Pora.
Usai prosesi tersebut, penyerahan kunci Markas Komando (Mako) Polresta Batang dilakukan secara simbolis, disusul pemotongan pita melati di pintu masuk utama sebagai penanda resminya Kombes Pol Warsono memasuki markas baru, lalu diakhiri dengan sesi foto bersama jajaran Pejabat Utama (PJU).
Agenda kemudian berlanjut pada Penyampaian Laporan Kesatuan (Lapsat) dan penyerahan memori Sertijab di aula Mapolresta. Saat memimpin Apel Farewell Parade di lapangan apel, AKBP Veronica menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polresta Batang dan jajaran Polsek. Ia menilai dedikasi dan kerja sama tim selama masa jabatannya sangat solid.
Menyambut tugas barunya, Kombes Pol Warsono menegaskan kesiapannya untuk langsung tancap gas. Ia berkomitmen melanjutkan program-program strategis peninggalan pejabat lama serta memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Batang tetap aman dan kondusif.
Puncak acara ditutup dengan tradisi Pengantar Tugas Pejabat Lama. Suasana haru menyelimuti langkah pelepasan AKBP Veronica beserta suami. Usai menerima pengalungan bunga dari Kombes Pol Warsono, keduanya melintasi gerbang Pedang Pora sebagai bentuk penghormatan terakhir dari jajaran perwira, personel, dan pengurus Bhayangkari.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan