Sensasi Agrowisata Petik Jeruk di Rowo Agro Farm Batang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:17 WIB
WISATA EDUKASI: Para pengunjung saat memetik buah jeruk langsung dari pohonnya. 
WISATA EDUKASI: Para pengunjung saat memetik buah jeruk langsung dari pohonnya. 

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Mencari destinasi liburan akhir pekan yang berbeda? Sebuah kebun jeruk seluas 5.000 meter persegi di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, kini tengah menjadi perbincangan.

Saking tersembunyinya, pesona agrowisata bernama Rowo Agro Farm ini bak hidden gem (permata tersembunyi) yang menawarkan sensasi wisata edukatif memetik buah jeruk langsung dari pohonnya.

Diana, salah satu pengunjung asal Pekalongan, sengaja datang memboyong keluarganya untuk menghabiskan waktu libur. Ia mengaku sempat kebingungan saat mencari lokasi kebun. Aksesnya menantang, harus melewati jalan tanah sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Namun, rasa lelah menyusuri jalan setapak itu seketika terbayar lunas saat matanya disambut hamparan kebun jeruk asri yang berbuah lebat.

"Rasanya beda kalau dipetik langsung dari pohonnya. Manis, lebih seger juga," terangnya dengan wajah semringah usai mencicipi jeruk hasil petikannya sendiri.

Baca Juga: Punya Titik Tertinggi 2.500 MDPL, Potensi Wisata Pendakian Gunung di Batang Masih Terbentur Regulasi

Berada di area perkebunan yang hijau, asri, dan jauh dari hiruk-pikuk kota sangat efektif untuk menurunkan tingkat stres dan menyegarkan pikiran. Meski berjarak tak jauh dari pusat kota, kabar keberadaan kebun jeruk ini rupanya belum banyak diketahui masyarakat umum.

Saat Jawa Pos Radar Semarang mencoba berkunjung berbekal Google Maps, arah perjalanan diarahkan melalui jalan di samping Lapas Kelas IIB Batang.

Petunjuk jalan kecil di tengah kampung menuntun langkah hingga ke ujung jalan beton. Perjalanan berubah menjadi petualangan kecil saat roda motor harus menapaki jalan tanah menuju arah hutan. Sekitar 100 meter, rimbunnya pohon jeruk Pontianak menyapa dari balik pepohonan.

 

Kebun jeruk ini dibuka khusus pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Sementara hari Senin hingga Jumat, kebun ditutup untuk umum. Tidak ada tiket masuk, jeruk yang dipetik dihargai Rp 20 ribu satu kilogramnya. Pengunjung diberi gunting dan keranjang buah untuk bebas memetik jeruk dari pohonnya.

Kondisi pohon-pohon jeruk di sana tidak terlalu tinggi, sehingga bisa digapai dengan tangan. Bahkan banyak buah yang menjuntai ke bawah, sehingga memudahkan pengunjung, terutama anak-anak.

Pesona hidden gem ini sukses membius puluhan pengunjung setiap akhir pekannya. Banyak dari mereka yang ketagihan dan kembali membawa rombongan baru. Wisata agrowisata petik jeruk ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih bermakna daripada sekadar berlibur.(yan)

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
petik jeruk rowo agro farm desa rowobelang agroeduwisata batang