DLH Sikat Tumpukan Sampah di Jalan Wisata Sigandu-Ujungnegoro

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:06 WIB
KEBERSIHAN: Petugas saat membersihkan sampah di jalur wisata Pantai Sigandu-Ujungnegoro.
KEBERSIHAN: Petugas saat membersihkan sampah di jalur wisata Pantai Sigandu-Ujungnegoro.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang merespons cepat keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah liar yang mencemari jalur pariwisata Pantai Sigandu hingga Pantai Ujungnegoro.

Mulai hari Selasa 11 Agustus 2026, petugas kebersihan diterjunkan langsung ke lokasi untuk membersihkan area yang sempat viral di media sosial tersebut.

Kepala DLH Batang, Rusmanto, menegaskan bahwa proses pembersihan telah dimulai dan ditargetkan rampung esok hari, Rabu 12 Agustus 2026. Tumpukan sampah yang memanjang di bahu jalan tersebut diperkirakan membutuhkan armada yang tidak sedikit untuk dievakuasi sepenuhnya.

"Hari ini mulai kita bersihkan. Perkiraan selesai besok. Kurang lebih butuh 6 sampai 7 armada truk untuk mengangkut sampah di area wisata ini," terang Rusmanto.

Berdasarkan hasil penyisiran petugas DLH di lapangan, ditemukan setidaknya empat titik pembuangan sampah liar yang berada di sepanjang jalur penghubung antara Pantai Ujungnegoro dan Pantai Sigandu.

Mayoritas sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap tersebut bukan murni dari wisatawan.

"Sumber sampah kebanyakan dari sampah usaha dan sampah rumah tangga," ungkapnya.

Baca Juga: Libur Sekolah, Kunjungan Pantai Ujungnegoro Batang Hanya Naik 10 Persen, Wisatawan Keluhkan Fasilitas

Sebagai langkah penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang, DLH Batang telah menjalin koordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) setempat, yakni Desa Ujungnegoro dan Desa Depok.

Sinergi ini bertujuan untuk memperketat pengawasan serta memasifkan sosialisasi kepada warga dan pelaku usaha di sekitar kawasan pantai.

 

"Besok setelah selesai (dibersihkan), kita akan langsung pasang pemberitahuan untuk larangan pembuangan sampah di lokasi tersebut," tegas Rusmanto.

Fenomena tumpukan sampah di jalur pariwisata ini sebelumnya sempat disorot tajam oleh warga yang merasa resah karena merusak keindahan wajah pariwisata Kabupaten Batang.

Menyikapi persoalan ini, Rusmanto mengimbau agar masyarakat mulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya manajemen limbah secara mandiri agar beban lingkungan tidak semakin berat.

"Kami menghimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dan melakukan pengelolaan dari sumbernya untuk mengurangi volume sampah," pesannya.

Ia berharap ke depannya wajah pariwisata di Kabupaten Batang bisa lebih bersih, tertata, dan nyaman untuk dilewati. "Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama kita jaga dan rawat lingkungan kita," pungkasnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Ujungnegoro sampah sigandu batang