Siapkan 5 Ribu Bibit, Bangkitkan Kejayaan Kopi Tombo Era Belanda

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:58 WIB
PEMBIBITAN: Penyiapan bibit kopi untuk perkebunan kopi Desa Tombo, Kecamatan Bandar.
PEMBIBITAN: Penyiapan bibit kopi untuk perkebunan kopi Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Desa Tombo di Kecamatan Bandar, menyimpan sejarah agraris yang panjang. Sempat berjaya dan merambah pasar internasional pada era kolonial Belanda, pamor Kopi Tombo perlahan meredup lantaran tergeser komoditas lain seperti karet dan teh.

Kini, semangat warga dan generasi muda setempat untuk kembali membangkitkan "emas" hitam dari lereng Batang itu mulai menyala.

Langkah kebangkitan ini murni digerakkan agar Kopi Tombo kembali menjadi identitas desa sekaligus urat nadi perekonomian baru yang ramah lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan melalui program Daerah Aliran Sungai (DAS) Lestari lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika di Pondok Sidawung, Desa Tombo.

Pengembangan kopi ini dirancang selaras dengan alam. Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika telah disiapkan untuk ditanam menjelang musim penghujan. Berdasarkan survei Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Jawa Tengah, bibit tersebut disalurkan kepada 13 petani untuk ditanam di 27 bidang tanah.

Fokus utamanya adalah penanaman murni di lahan milik warga, tanpa membuka kawasan hutan baru. Tanaman kopi yang dipilih masuk dalam kategori Multi-Purpose Tree Species (MPTS), yang berarti tak hanya mendatangkan cuan dari hasil panen, tetapi akar pohonnya berfungsi ekologis menahan erosi dan menjaga kelestarian DAS.

Baca Juga: Tertib Aturan, PT Bhimasena Power Indonesia Sabet LKPM Award Kategori PMA di Peluncuran BATANG INVESTA

Dalam Bimtek tersebut, para petani dibekali ilmu langsung oleh praktisi dari Petani Kopi Surjo. Mereka membedah tuntas teknik penanaman hingga jurus jitu merawat tanaman dari serangan hama. Tarmujo, salah satu petani kopi Desa Tombo mengaku sangat terbantu. Ilmu yang ia dapatkan siap diaplikasikan ke kebunnya.

“Untuk pelatihan hari ini, mulai dari penanaman sampai dengan pengetahuan dan penanganan hama dan penyakitnya sudah cukup jelas. Ke depan akan saya terapkan dan saya pahami dalam pengelolaan tanaman kopi,” ungkapnya.

Kepala Desa Tombo, Mustajab, melihat antusiasme warganya sebagai modal kuat untuk mengembalikan wilayahnya sebagai sentra kopi andalan.

 “Alhamdulillah, petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang disampaikan, dan mudah-mudahan pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung keberhasilan pengembangan kopi Arabika di Desa Tombo. Kami berharap dari tahap awal hingga pelaksanaan nantinya dapat berjalan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Upaya mengembalikan kejayaan Kopi Tombo ini merupakan buah kolaborasi dari Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dengan dukungan dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Pendampingan direncanakan terus berjalan hingga masa panen.

Terkait kolaborasi ini, General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menekankan pentingnya penguatan kapasitas agar petani bisa mandiri secara jangka panjang.

“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami berharap petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujarnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) kopi tombo Kecamatan Bandar Batang jawa tengah batang