Gebyar PAUD Batang: Pacu Kualitas Pendidikan Dini, Tekan Tren Sekolah ke Luar Kota

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:02 WIB
MERIAH: Anak-anak PAUD saat tampil di panggung dalam Gebyar PAUD Batang 2026.
MERIAH: Anak-anak PAUD saat tampil di panggung dalam Gebyar PAUD Batang 2026.

METROPEKALONGAN.COM, Batang-  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak di masa emas. Sadar akan hal itu, Pemkab Batang terus memacu kualitas pendidikan usia dini agar mampu bersaing, salah satunya melalui ajang Gebyar PAUD Kabupaten Batang Tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil sekaligus untuk merespons tingginya tren masyarakat Batang yang menyekolahkan anaknya ke wilayah tetangga, seperti Kota Pekalongan, demi mencari PAUD unggulan.

Bunda PAUD Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa kesadaran orang tua terhadap pendidikan usia dini kini semakin tinggi. Banyak dari mereka tidak segan merogoh kocek lebih dalam demi menyekolahkan anak di lembaga PAUD yang berkualitas.

“Kalau kita lihat sekarang, banyak yang menyekolahkan anaknya di Pekalongan. Kita tidak ingin hal itu terus terjadi. Kita ingin melayani masyarakat dengan standar pendidikan yang tinggi, sehingga PAUD di Batang bisa catch up (mengejar ketertinggalan) dengan kebutuhan market saat ini,” tegas Faelasufa.

Dalam upaya mendorong lahirnya PAUD berkualitas, pihaknya bersama Kelompok Kerja (Pokja) PAUD dan Dinas Pendidikan telah menyeleksi tiga TK/PAUD unggulan.

Penilaian didasarkan pada tiga aspek utama: prioritas pemerataan (desil tertentu), kualitas dan keseriusan tenaga pengajar, serta track record kelengkapan administrasi dan jumlah peserta didik.

“Harapannya, ke depan semakin banyak platform atau lomba-lomba yang memberi eksposur bagi anak-anak PAUD di Batang supaya mereka tumbuh lebih percaya diri,” imbuhnya.

Baca Juga: Partisipasi PAUD Kota Pekalongan Capai 100 Persen

Sejalan dengan semangat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menjelaskan bahwa Gebyar PAUD 2026 dirancang sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan berpusat pada anak. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan ruang ekspresi edukatif di luar kelas.

“Tahun ini kami menggelar 20 macam lomba yang terbagi dalam tiga kategori, yakni KB/SPS/TPA usia 2-3 tahun, usia 3-5 tahun, dan Taman Kanak-Kanak. Total pesertanya mencapai 635 anak yang berasal dari sekitar 500-an PAUD se-Kabupaten Batang,” beber Bambang.

Ia mengaku takjub dengan antusiasme peserta. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, kegiatan ini sukses menstimulasi enam aspek perkembangan anak secara aman.

“Sangat antusias, bahkan kita tidak menyangka anak TK bisa tampil mengekspresikan diri sampai salto. Ini membuktikan bahwa dari segi kualitas, anak-anak maupun PAUD di Batang sebetulnya tidak kalah bersaing,” ungkapnya.

Terkait mindset masyarakat yang lebih memilih sekolah di kota, Bambang memastikan Disdikbud akan terus memacu PAUD di Batang agar semakin maju dan kompetitif. Rencananya, ajang apresiasi Gebyar PAUD ini akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Dukungan Penuh Bank Indonesia

Sinergi kuat dalam Gebyar PAUD Batang 2026 juga datang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal. Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menuturkan bahwa dukungan diberikan untuk menanamkan pemahaman Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah sejak usia sedini mungkin lewat kegiatan positif.

“Sejak dini kita mulai ikut memasukkan bagaimana mereka Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Makanya kami berkolaborasi mendukung lomba mewarnai dan drumband di acara ini. Edukasi CBP ini juga sudah masuk kurikulum dan berjalan di tingkat SD serta SMP di seluruh wilayah kerja BI Tegal,” jelas Bimala.(yan)

 

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
gebyar paud pendidikan anak Gebyar PAUD Batang 2026 batang Bank Indonesia Tegal