METROPEKALONGAN.COM, Batang- Seekor macan kumbang hitam membuat geger warga Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada Rabu 12 Agustus 2026 pagi. Satwa liar dilindungi tersebut nekat turun ke permukiman dan memangsa ternak warga sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan.
Laporan keberadaan satwa pemangsa ini pertama kali diterima oleh Polsek Bawang sekitar pukul 05.30 WIB. Macan kumbang tersebut diketahui memasuki area rumah dan memangsa ayam serta marmut milik salah seorang warga setempat, Turyono, RT 016/RW 003.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono melalui Kapolsek Bawang AKP Slamet Riyanto, membenarkan insiden tersebut. Sesaat setelah mendapat laporan, personel Polsek Bawang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan bersama Koramil, Trantib, Perhutani, relawan, dan warga sekitar.
"Petugas di lapangan mengamankan lokasi dan mengurung macan kumbang yang masuk ke dalam rumah milik Bapak Turyono dengan cara menutup seluruh akses pintu rumah," ujar AKP Slamet Riyanto.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menjalin koordinasi lintas sektoral begitu menerima informasi pada pagi hari.
"Kami berkoordinasi dengan Polres, BKSDA yang terkait satwa liar, dan juga Safari Beach karena kita berpikir di sana ada petugas ahli satwa. Kita segera bergerak bersama-sama. Titik kumpulnya di Alun-Alun Bawang, kemudian ke lokasi bareng-bareng," jelas Wawan.
Baca Juga: DLH Sikat Tumpukan Sampah di Jalan Wisata Sigandu-Ujungnegoro
Proses evakuasi yang menegangkan ini melibatkan tim gabungan dari BKSDA Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Rimbawanto, tim Taman Safari Beach Jateng bersama dokter hewan drh. Bowo, Damkar, BPBD Kabupaten Batang, serta jajaran Muspika Bawang.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, sekitar pukul 10.00 WIB, tim ahli tiba di lokasi dan langsung menyiapkan tindakan pembiusan. Karena posisi satwa yang bersembunyi di dalam bangunan, petugas terpaksa mengambil tindakan terukur dengan melepaskan tembakan obat bius sebanyak dua kali dari atas atap rumah.
Sekitar pukul 11.30 WIB, satwa liar tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan dan segera dimasukkan ke dalam kandang khusus. Berdasarkan pemeriksaan awal, macan kumbang tersebut diduga turun ke permukiman warga untuk mencari makan karena kondisinya sedang terluka.
"Kondisinya memang ada salah satu kakinya yang terluka, di bagian depan kanan. Karena luka ini, satwa kesulitan beradaptasi mencari makanan. Saat ini macan dibawa ke Safari Beach dulu untuk penanganan perawatan medis," ungkap Wawan.
AKP Slamet Riyanto memastikan seluruh rangkaian proses evakuasi satwa tersebut berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Tidak ada korban jiwa baik dari pihak warga maupun petugas yang bertugas di lapangan.
Terkait nasib macan kumbang pasca-perawatan di Safari Beach Jateng, Wawan menyebut bahwa keputusan pelepasliaran akan dikembalikan kepada instansi yang berwenang. "Tindak lanjutnya nanti akan ditangani oleh pihak provinsi, yaitu BKSDA," pungkasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan