METROPEKALONGAN.COM, Batang- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang bersama Bupati Batang resmi menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kabar baiknya bagi masyarakat, hampir 70 persen anggaran perubahan ini difokuskan untuk memuluskan infrastruktur jalan.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Bupati dan DPRD yang digelar pada Kamis 13/m Agustus 2026 sore. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa Pemkab Batang ingin memastikan anggaran perubahan disalurkan pada sektor yang dampaknya langsung dirasakan oleh warga, yakni konektivitas antarkawasan.
“Di perubahan ini, kami memang hampir 70 persen dari anggaran perubahan itu nanti akan diperuntukkan untuk infrastruktur, khususnya bidang jalan,” kata Faiz usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang.
Menurut Faiz, sebagian besar kebutuhan infrastruktur lain, seperti irigasi, telah terakomodasi dalam penetapan anggaran sebelumnya. Oleh karena itu, APBD Perubahan 2026 ini dirancang untuk "menggeber" perbaikan jalan di wilayah atas, perkotaan, hingga kawasan potensial wisata. “Untuk titik-titiknya hampir merata,” ujarnya.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas dalam proyek infrastruktur ini antara lain, Bandar-Gerlang, Pacet-Watu Lembu, Peranten, Kalangsono, Limpung-Tersono, Ketanggan-Limpung, Depok-Juragan, Ujungnegoro. Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi, menjelaskan bahwa persetujuan pengalokasian anggaran besar untuk jalan ini telah melalui berbagai tahapan pembahasan yang matang di tingkat Badan Anggaran (Banggar).
Kebijakan ini dinilai sangat strategis. Akses jalan tidak sekadar dipandang sebagai proyek fisik mobilitas warga, melainkan sebagai prasyarat utama menyambut agenda Pariwisata Berkelanjutan Batang 2027.
Faiz mengakui bahwa kesiapan infrastruktur ini adalah langkah krusial sebelum sektor pariwisata digenjot lebih agresif tahun depan. “Itu juga menjadi bagian ikhtiar kita, supaya nanti ketika tema pariwisata itu, kondisi jalan menuju area wisata kita sudah lebih baik,” katanya.
Saat ini, sumbangsih sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tercatat masih di bawah angka 10%. Melalui akses jalan yang mulus, Pemkab berharap destinasi unggulan. Seperti Pantai Sigandu, Desa Wisata Tombo, Kebun Teh Pagilaran, Bandar Eco Park, Pantai Jodo, hingga Curug Genting, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Lebih dari sekadar urusan aspal dan beton, membaiknya jalan daerah diproyeksikan mampu membuka keran ekonomi lokal, mempermudah distribusi produk UMKM, dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Kini, tugas Pemkab Batang adalah memastikan pengerjaan infrastruktur tersebut tepat sasaran dan terukur kualitasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan