Pemkab Batang Gandeng ITEA Sediakan Beasiswa Kuliah Gratis di Tiongkok

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti 
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Peluang emas terbuka lebar bagi pelajar di Kabupaten Batang yang bermimpi mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri.

Pemkab Batang resmi menggandeng International Trans Education Association (ITEA) untuk memberikan akses kuliah gratis di Tiongkok sekaligus mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Langkah strategis ini diambil merespons pesatnya perkembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang menarik banyak penanaman modal asing.

Pemkab Batang menilai penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan industri global.

“Kita harus akui Batang itu sudah menjadi Global Value Chain, maksudnya sudah menjadi rantai pasok industri global. Yang kita tawarkan tidak hanya lokasi yang strategis, tapi juga SDM yang kompeten,” kata Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti, Selasa 18 Agustus 2026.

Melalui program kolaborasi ini, peserta yang lolos seleksi berhak mendapatkan fasilitas bebas biaya kuliah (tuition fee) dan tempat tinggal gratis (dormitory) di Tiongkok.

Baca Juga: Bongkar Panggung Beratap, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan Pilih Berpanas-panasan di Upacara HUT Ke-81 RI

Para mahasiswa nantinya hanya perlu menanggung biaya hidup harian (living cost) yang tergolong terjangkau.

“Pelajar yang lolos seleksi cukup membayar living cost, biaya kehidupan di sana, yang nominalnya kurang dari 2 juta untuk satu orang per bulan. Kalau dibandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia, terutama di kota besar, itu bisa jadi hampir sama atau lebih murah,” jelasnya.

Guna memastikan program ini tepat sasaran, Pemkab Batang juga menyiapkan dana stimulan untuk memfasilitasi keberangkatan 10 calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Bantuan tersebut mencakup biaya pendampingan, medical check-up, hingga pengurusan visa dan paspor.

Meski bantuan dari Pemkab diprioritaskan untuk 10 orang, kuota keberangkatan dari pihak penyelenggara sebenarnya tidak dibatasi.

“Meski penerima insentif dari Pemkab Batang hanya sebanyak 10 orang, kuota keberangkatan pada dasarnya tidak dibatasi oleh pihak penyelenggara.

Pelajar yang lolos seleksi perguruan tinggi di Tiongkok tetap dapat berangkat secara mandiri tanpa harus tergantung pada insentif pemerintah daerah,” terangnya.

Program beasiswa kolaborasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027 dengan target awal pemberangkatan 30 mahasiswa. Pemkab Batang berharap semakin banyak pelajar lokal yang berhasil menembus perguruan tinggi di Tiongkok melalui skema beasiswa ini. (yan)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Tiongkok beasiswa batang