METROPEKALONGAN.COM, Batang — Nasib nahas menimpa Kartoyo Widodo, 42, warga Dukuh Sengon, Desa Pungangan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Niat hati mencari hiburan dengan menonton karnaval, rumah miliknya justru ludes diamuk si jago merah pada Selasa malam 18 Agustus 2026.
Insiden kebakaran di Batang ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik. Penyebabnya sepele namun fatal, yakni pengisian daya (charger) senter yang dibiarkan menancap dan ditinggalkan di atas lemari.
Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono, melalui Kapolsek Limpung AKP Andi Fajar, membenarkan adanya musibah tersebut. Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 21.30 WIB.
"Awal mula kejadian diketahui oleh salah seorang saksi yang sedang berjalan melewati rumah korban untuk menonton karnaval di desa tetangga. Saksi melihat kobaran api sudah membesar dari dalam rumah," ujar AKP Andi Fajar dalam keterangannya, Rabu 19 Agustus 2026.
Melihat kobaran api yang kian membesar, saksi langsung berteriak meminta tolong. Kejadian ini kemudian diumumkan secara cepat melalui pengeras suara musala setempat.
Mendengar woro-woro tersebut, warga berbondong-bondong datang mencoba menjinakkan api dengan alat seadanya. Di saat yang sama, warga lainnya segera melaporkan kejadian ini kepada tim Damkar Batang dan Polsek Limpung.
Baca Juga: Nekat! Pengawal Tahanan Pergoki Pengunjung Perempuan Selundupkan Sabu Lewat Jabat Tangan
Tak berselang lama, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Limpung bersama personel Polsek dan Koramil Limpung tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa titik api yang menyala.
"Kondisi rumah saat kejadian dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang pergi menonton karnaval. Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik saat korban mengecas senter di atas lemari kayu sebelum berangkat," jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran bangunan berukuran 9x15 meter tersebut. Namun, seluruh harta benda korban hangus tak tersisa dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Mengantisipasi kejadian serupa, pihak kepolisian mengimbau masyarakat Batang dan sekitarnya agar ekstra waspada. Warga diminta memastikan seluruh peralatan elektronik dan kompor dalam kondisi aman atau tercabut dari stopkontak sebelum meninggalkan rumah.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan