Forum Ngopeni SMK di Jateng Bentuk Karakter Unggul

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:49 WIB
PENDIDIKAN: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat rapat koordinasi di KITB.
PENDIDIKAN: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat rapat koordinasi di KITB.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Ijazah dan keahlian teknis tak lagi cukup untuk menembus persaingan dunia kerja saat ini. Di tengah derasnya investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut tak sekadar terampil, tetapi juga bermental baja dan berkarakter kuat.

Masalah ketahanan mental ini mengemuka dalam forum Ngopeni SMK Jateng di Kabupaten Batang. Pertemuan yang mempertemukan pemangku kebijakan pendidikan dan pelaku industri tersebut menyoroti fenomena tingginya angka turnover (bongkar-pasang pekerja) lulusan SMK di Jawa Tengah yang menyentuh angka 4 hingga 10 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya lulusan SMK yang keluar sebelum masa kontrak kerja usai. Masalah etos kerja, daya juang yang melempem, hingga kedisiplinan disinyalir menjadi pemicu utamanya.

“Ngopeni SMK ini dengan tujuan bagaimana anak-anak SMK itu memiliki karakter yang unggul. Selain kompetensi yang unggul, juga karakter yang unggul,” katanya, Kamis 20 Agustus 2026.

Ia juga menekankan pentingnya melatih fisik dan mental para siswa sejak dini agar tahan menghadapi kenyataan keras di lapangan. Tuntutan industri sering kali membutuhkan ketahanan ekstra yang jauh berbeda dari suasana sekolah.

“Tidak istilahnya itu leda-lede, tidak mletre. Maka kalau bekerja ya harus tahan lama. Berdiri itu delapan jam ya biasanya, harus kuat itu. Kalau tidak kuat kan repot, maka cara fisiknya harus kita kuatkan,” tegasnya.

Baca Juga: Manfaatkan Data untuk Kebijakan, Bupati Batang M Faiz Kurniawan Sabet Penghargaan IDSD Jateng

Untuk menjembatani celah ini, sejumlah sekolah mulai menggandeng TNI guna menempa kedisiplinan peserta didik. Menanggapi langkah tersebut, Wakil Ketua III DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong agar ruang dialog seperti ini masif digelar di seluruh wilayah. Menurutnya, pergerakan teknologi saat ini sangat cepat mengubah peta kebutuhan tenaga kerja.

“Banyak ke depan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin akan hilang, pekerjaan-pekerjaan baru pun juga pasti akan muncul. Nah, saya kira ini perlu. Dengan forum semacam ini akan ada komunikasi antara dunia pendidikan dengan dunia industri,” jelasnya.

Langkah sinkronisasi ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Kehadiran KITB membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil yang siap pakai dan tahan banting. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa penyesuaian kurikulum hingga pembaruan alat praktik di SMK menjadi kunci utama agar siswa tidak hanya lulus, tetapi langsung terserap optimal di industri lokal.

“Ini akan mentrigger link and match antara kebutuhan industri dengan kurikulum SMK. Sehingga kita berharap ke depan lulusan SMK ini benar-benar langsung bisa terabsorb,” ujar dia.(yan)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
forum ngopeni smk jateng smk jateng batang