METROPEKALONGAN.COM, Batang – Lahan seluas 15 hektare milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di Kabupaten Batang kini beralih wujud menjadi kawasan agrikultur yang sangat produktif.
Dikelola oleh Pusat Nurseri Kelapa di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), lahan ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 120 ribu bibit kelapa per tahun untuk didistribusikan secara gratis kepada petani.
Penanggung Jawab Lapang Pusat Nurseri Kelapa, Amirin Wahyu, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan belasan hektare tersebut merupakan bentuk sinergi strategis dengan Pemprov Jateng. Fasilitas yang didirikan sejak 2021 ini awalnya bertujuan untuk pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19, dan kini telah menjadi tulang punggung penyediaan benih unggul bagi berbagai daerah di Indonesia.
"Dari total 15 hektare, luasan yang efektif untuk kegiatan memproduksi benih kelapa siap salur adalah 3 hektare. Kemudian, 6 hektare lainnya kami siapkan untuk kebun induk yang terdiri dari tiga varietas, yakni dua Kelapa Genjah dan satu Kelapa Dalam," terang Amirin.
Dengan kapasitas tersebut, Pusat Nurseri Kelapa menargetkan produksi 120 ribu batang benih per tahun yang setara dengan pemenuhan 1.200 hektare lahan perkebunan.
Baca Juga: Pemkab Batang Gandeng ITEA Sediakan Beasiswa Kuliah Gratis di Tiongkok
Pihaknya juga menargetkan pada tahun 2029 mendatang, nurseri ini sudah bisa mandiri benih dari kebun induk sendiri, sehingga proses distribusi akan jauh lebih hemat dan cepat.
Tingginya permintaan benih, terutama jenis Kelapa Genjah, tidak lepas dari fenomena minimnya regenerasi penderes nira kelapa (gula kelapa). Menurut Amirin, penderes di wilayah Jawa bagian selatan saat ini didominasi usia tua yang kesulitan memanjat pohon kelapa yang tinggi.
"Kelapa Genjah ini menjadi solusi karena pohonnya pendek namun buahnya lebat. Sangat cocok diperuntukkan bagi produksi nira atau minyak kelapa, sehingga mempermudah kerja para penderes," jelasnya.
Sementara itu, untuk jenis Kelapa Dalam, lebih multifungsi untuk kelapa segar dan sayur. Hingga saat ini, benih dari Batang telah didistribusikan secara luas mulai dari Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, hingga Sulawesi Selatan, dengan serapan tertinggi berada di Jawa Tengah.
Di Kabupaten Batang sendiri, sebanyak 17 ribu benih sudah disalurkan kepada kelompok tani (Poktan) yang tersebar di wilayah Wonotunggal, Bandar, Reban, Subah, Tulis, dan Kandeman.
"Benih ini 100 persen gratis khusus untuk Kelompok Tani sesuai petunjuk teknis Ditjenbun Kementan, namun proses pengambilannya dilakukan secara swadaya," tegas Amirin.
Program penyaluran bibit gratis ini disambut antusias oleh pemerintah di tingkat kecamatan. Plt Camat Tulis, Muhammad Yasin mengapresiasi langkah Balai Pertanian yang turut mengedukasi masyarakat dan memfasilitasi kebutuhan para petani kelapa di wilayahnya.
"Kehadiran nurseri ini sangat membantu. Petani yang awalnya belum paham mengenai pembibitan, kini menjadi teredukasi. Apalagi bibitnya bisa didapatkan secara gratis oleh kelompok tani," ujar Yasin.
Lebih dari sekadar pemberdayaan ekonomi, bibit Kelapa Genjah ini juga dioptimalkan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Kecamatan Subah saat ini tengah menggencarkan program penanaman pohon kelapa di sepanjang pesisir Sungai Kaliboyo guna mencegah terjadinya erosi.
"Kemarin sudah kami mulai penanamannya di Desa Kaliboyo. Ke depannya, desa-desa lain yang dialiri sungai tersebut juga akan secara bertahap melakukan penanaman serupa untuk menjaga kelestarian tepian sungai dari bahaya erosi," pungkas Yasin.(yan)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan