74 SPPG Deklarasi Paguyuban Mitra MBG, Perkuat Standar Makan

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:51 WIB
MAKAN BERGIZI: Wakil Bupati Batang Suyono saat memberikan sambutan dalam deklarasi dan pertemuan Paguyuban Mitra MBG.
MAKAN BERGIZI: Wakil Bupati Batang Suyono saat memberikan sambutan dalam deklarasi dan pertemuan Paguyuban Mitra MBG.
 
METROPEKALONGAN.COM, Batang – Sebanyak 74 dari total 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Batang resmi membentuk Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wadah koordinasi ini dideklarasikan langsung oleh Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, guna memastikan program makan bergizi berjalan sesuai standar.

Ketua Paguyuban Mitra MBG Batang, Umar Abdul Jabar, menegaskan bahwa pembentukan paguyuban ini bertujuan memperkuat sinergi antar-pengelola SPPG.

Komunikasi yang intensif dinilai krusial agar pelaksanaan program di lapangan tidak melenceng dari aturan pusat.

“Komunikasi dan koordinasi diperlukan agar pengelolaan program MBG dapat berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pengelolaan kita SOP-nya disesuaikan. Kemudian harapannya ke depan, dalam rangka komunikasi dan koordinasi, kita untuk menyolidkan para mitra-mitra yang ada di Kabupaten Batang agar program ini berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang ada, yang diterapkan oleh BGN,” jelasnya.

Meski 17 SPPG lainnya belum bergabung, Umar memastikan pihaknya terus membuka ruang komunikasi. “Belum seluruh SPPG bergabung, karena sebagian mitra berasal dari luar daerah sehingga komunikasi masih menjadi kendala. Ya mungkin salah satunya karena mitranya banyak yang dari luar kota, jadi komunikasi agak terjadi kendala,” terangnya.

Baca Juga: Siapkan Sistem Pola Suksesi, BKPSDM Batang Kebut Pemetaan Data Talenta ASN

Kehadiran paguyuban ini disambut positif oleh Wakil Bupati Batang, Suyono. Ia menilai keberadaan wadah ini bisa menjadi solusi cepat saat terjadi kendala teknis distribusi MBG.

Standarisasi menu yang seragam antar-SPPG juga dipercaya mampu meminimalkan kritik masyarakat sekaligus menyejahterakan peternak dan petani lokal.

“Saya berharap, ini menjadi solusi ketika ada persoalan-persoalan untuk segera bisa dikomunikasikan, yang tentunya membuat dampak yang lebih baik. Selain menjadi wadah koordinasi, paguyuban dapat membantu mengurangi kritik masyarakat dengan mendorong adanya standardisasi dalam penyelenggaraan MBG,” harapnya.

Suyono menegaskan, Pemerintah Kabupaten Batang tidak berniat mengintervensi atau menekan pengelola, melainkan hanya mendorong terciptanya ketertiban operasional.

“Pemerintah tidak bermaksud memberikan tekanan kepada pengelola SPPG. Namun, dia meminta seluruh SPPG menjalankan kegiatan sesuai SOP yang telah ditetapkan. Saya tentunya tidak menekan, tapi saya agar SPPG ini melakukan sesuai dengan SOP yang ada, itu sudah terima kasih yang luar biasa,” pungkasnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
Wakil Bupati Batang Suyono SPPG batang Mbg