METROPEKALONGAN.COM, Batang – Di tengah gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kian masif, Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengingatkan para pelajar untuk tidak malas berpikir dan menulis.
Pesan ini disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Lomba Wartawan Cilik yang digelar di Aula Kantor Bupati Batang, Kamis 3 September 2026.
Di hadapan 122 pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Batang, Bunda Literasi membagikan kisah inspiratifnya dalam merintis hobi menulis sejak duduk di bangku kelas 3 SD.
Menurutnya, kemampuan menulis dan literasi tidak hanya mengasah kerangka berpikir, tetapi juga terbukti bisa mendatangkan penghasilan jika ditekuni dengan serius.
"Dulu waktu SMA saya rutin mengirim cerita bersambung ke koran, honornya lumayan bisa sampai Rp 500 ribu per minggu. Bahkan saya pernah mendapat Rp 10 juta pertama dari menerbitkan novel di Gramedia. Jadi, punya skill menulis itu sangat bermanfaat dan bisa menambah uang saku," kenangnya memotivasi para peserta Bimtek.
Baca Juga: Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Dorong Batik Rifaiyah Lebih Adaptif
Lebih lanjut, ia menyoroti tren penggunaan AI seperti ChatGPT, Gemini, hingga Claude di kalangan pelajar. Meski teknologi tersebut sangat membantu, ia mengingatkan adanya bahaya laten yang mengintai, yakni menurunnya daya nalar, critical thinking, dan kemauan untuk turun langsung ke lapangan.
"Di era AI ini, anak-anak perlu terus dirangsang untuk belajar berpikir. Menulis sendiri, mencari info langsung ke pasar, wawancara ke UMKM, itu melatih critical thinking. Kalau sedikit-sedikit tanya AI, kita jadi malas mikir, gampang dibohongi, dan mudah menerima informasi mentah," tegasnya.
Melalui Lomba Wartawan Cilik yang mengusung tema "Melihat Ekonomi Batang dari Dekat" ini, para pelajar didorong untuk mengamati realitas aktivitas ekonomi di sekitar mereka. Kegiatan edukatif ini diinisiasi Bunda Literasi Batang bekerja sama dengan Disperpuska Batang, Bank Indonesia (BI) Tegal, dan Jawa Pos Metro Pekalongan.
"Jangan mencari cerita yang muluk-muluk atau terlalu besar. Carilah cerita yang personal dan dekat dengan kalian. Datangi pasar, bicaralah dengan pedagang, petani, atau tetangga yang menjadi nelayan. Cerita dari kedekatan personal itulah yang akan lebih mengena saat ditulis," pesannya.
Menjadi 'wartawan cilik', tambahnya, akan memaksa pelajar untuk berani berkomunikasi, membangun networking, percaya diri, dan menyusun kerangka berpendapat yang runut. Kemampuan soft skill tersebut dinilai akan sangat menjadi modal berharga di dunia kerja masa depan, apa pun profesi yang dicita-citakan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Disperpuska Kabupaten Batang Budiono, perwakilan BI Tegal yang men-support literasi ekonomi generasi muda Batang, serta tim ahli dari Jawa Pos Metro Pekalongan yang memandu langsung materi jurnalistik kepada para siswa.
"Kami berharap adik-adik dapat memanfaatkan momen pembelajaran ini secara maksimal sebagai bekal menulis reportase, mengingat pendaftaran lomba akan ditutup pada tanggal 6 September," ucapnya. (yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan