Belanja Modal Melonjak 54 Persen, Perubahan APBD Batang 2026 Defisit Rp194,3 Miliar

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:32 WIB
APBD: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan R-APBD Perubahan TA 2026 di DPRD Kabupaten Batang.
APBD: Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan R-APBD Perubahan TA 2026 di DPRD Kabupaten Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang  – Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 mengalami pergeseran signifikan. Dalam Rancangan Perubahan APBD (R-APBD) 2026, Pendapatan Daerah diproyeksikan turun, sementara Belanja Daerah justru membengkak hingga memicu defisit mencapai Rp194,33 miliar.

Penyampaian Nota Keuangan R-APBD Perubahan 2026 tersebut disampaikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Batang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Kamis 3 September 2026.

Ketua DPRD Batang, Suudi menjelaskan bahwa dalam pemaparan Bupati Batang disebutkan bahwa struktur Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp1,756 triliun. Jumlah ini menyusut Rp64,02 miliar atau sekitar 3,52 persen dibandingkan penetapan awal yang mencapai Rp1,820 triliun.

“Penurunan terjadi pada Pendapatan Transfer yang diproyeksikan turun 5,7 persen menjadi Rp1,305 triliun. Namun demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita targetkan naik 3,4 persen menjadi Rp450,60 miliar dari anggaran awal sebesar Rp435,77 miliar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan menjelaskan di sisi pengeluaran, total Belanja Daerah pada R-APBD Perubahan 2026 melonjak 3,3 persen menjadi Rp1,950 triliun dari penetapan awal sebesar Rp1,888 triliun. Kenaikan paling tajam terjadi pada porsi pengeluaran modal daerah.

“Lonjakan belanja terbesar terjadi pada komponen Belanja Modal yang naik drastis sebesar 54,18 persen. Anggaran Belanja Modal yang semula ditetapkan Rp156,20 miliar melonjak naik menjadi Rp240,84 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk pembiayaan aset tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan, irigasi, serta aset tetap lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Batang Faiz Kurniawan Beradu Peran di Pasar Njarsari dengan Michelle Ziudith di Serial Netflix

Selain belanja modal, Belanja Operasi juga naik 6,71 persen menjadi Rp1,483 triliun untuk menopang belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, hingga bantuan sosial.

Sebaliknya, efisiensi dilakukan pada komponen Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dipangkas 15,45 persen menjadi Rp9,30 miliar, serta Belanja Transfer yang turun 34,46 persen menjadi Rp216,56 miliar.

“Akibat dari perubahan proporsi pendapatan dan belanja daerah tersebut, Perubahan APBD Kabupaten Batang TA 2026 memperlihatkan selisih defisit sebesar Rp194,33 miliar,” tegasnya.

 

Meski mengalami defisit hingga Rp194,33 miliar, Pemkab Batang memastikan kondisi fiskal tetap terkendali. Seluruh defisit akan ditutup melalui pembiayaan netto dengan memanfaatkan penerimaan pembiayaan daerah yang diproyeksikan naik 180,48 persen menjadi Rp196,33 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan dipertahankan sebesar Rp2 miliar.

“Pemerintah Daerah berharap dokumen R-APBD Perubahan 2026 ini dapat segera dibahas bersama jajaran DPRD Kabupaten Batang untuk selanjutnya disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda),” pungkasnya.(yan)

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
dprd apbd batang