Haul Mbah Munawwir Gringsing Hadirkan Piramida Sampah Atasi Masalah Lingkungan 

Riyan Fadli • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:40 WIB
LINGKUNGAN: Para santri saat melakukan ujicoba piramida sampah untuk mengatasi masalah lingkungan.
LINGKUNGAN: Para santri saat melakukan ujicoba piramida sampah untuk mengatasi masalah lingkungan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang- Pondok Pesantren (PP) Al Munawwir Gringsing, Kabupaten Batang, kembali menggelar perhelatan akbar Haul K.H. Ahmad Munawwir bin Miftah XXXVII dan Haflah Khotmil Qur’an XXIV.

Rangkaian acara yang berlangsung pada 4–6 September 2026 ini tak sekadar menjadi ajang ritual keagamaan, melainkan turut membawa misi pelestarian lingkungan.

Dua agenda inovatif yang menjadi magnet utama dalam rangkaian haul tahun ini adalah uji coba Piramida Pembakaran Sampah, serta panggung Syiar-Syair yang menghadirkan budayawan KH Sastrow Al Ngatawi dan musisi Budi Cilok.

Pengasuh Ponpes Al Munawwir, KH Solichin Syihab memaparkan, kolaborasi program ini tidak hanya menghadirkan hiburan seni dan kebudayaan, tetapi juga mendorong kepedulian nyata terhadap persoalan ekologi.

”Khususnya pengelolaan sampah di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Terkait isu kebersihan, KH Solichin Syihab menjelaskan, salah satu agenda yang paling disorot adalah uji coba fasilitas Piramida Pembakaran Sampah yang telah dilaksanakan pada Jumat 4 September 2026 sore.

Piramida inovatif ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan mandiri untuk mengatasi tumpukan sampah, baik di kawasan PP Al Munawwir Gringsing maupun permukiman warga setempat.

”Pengadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan sarana, tetapi menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan hidup,” ucapnya.

PP Al Munawwir Gringsing ingin mengedukasi santri dan warga agar melihat persoalan sampah sebagai tanggung jawab bersama yang butuh penanganan serius dan berkelanjutan.

 

KH Solichin Syihab menyebut, kolaborasi dua tokoh KH Sastrow Al Ngatawi dan Budi Cilok menghadirkan cara yang lebih dekat dan kreatif di hati masyarakat. Perpaduan antara musik, syair, humor, serta nasihat keagamaan sukses menciptakan ruang refleksi bersama bagi para santri dan warga Batang.

Peringatan Haul K.H. Ahmad Munawwir bin Miftah XXXVII dan Haflah Khotmil Qur’an XXIV Tahun 2026 ini diisi dengan sederet agenda majelis keagamaan lainnya yang berlangsung khusyuk.

”Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya disampaikan melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga melalui pendekatan kebudayaan dan dakwah yang dapat diterima secara lebih luas,” tegasnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
haul mbah munawwir Gringsing sampah batang