METROPEKALONGAN.COM, Batang - Rencana Pemkab Batang menyulap Kecamatan Gringsing menjadi Kota Baru terus dikebut. Kabar baiknya, usulan ini baru saja mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Meski mendapat respons positif dari pusat, Pemkab Batang masih memiliki pekerjaan rumah (PR).
Kementerian PU meminta kelengkapan sejumlah dokumen perencanaan dan teknis sebelum kucuran dukungan pembangunan dieksekusi. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menegaskan, pengembangan kawasan Gringsing menjadi Kota Baru sangat mendesak guna menopang aktivitas industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Mengingat posisi Gringsing kini semakin strategis.
“Responnya baik. Kita diminta untuk segera menyiapkan DED-nya, kemudian RPIK-nya, kemudian sampai master plan-nya,” kata Faiz.
Sebagai kawasan penyangga KEK yang ditetapkan lewat PP Nomor 12 Tahun 2025 (meliputi Subah, Banyuputih, Gringsing), fasilitas publik yang memadai adalah harga mati. Pemkab Batang pun telah menyodorkan usulan fasilitas terintegrasi untuk mendukung aktivitas masyarakat dan industri.
“Untuk kawasan Kota Baru, kawasan Gringsing, kami mengajukan untuk membangun RTH, terus kemudian juga pasar, kemudian terminal dan lain sebagainya,” ujar Faiz.
Konsep awal dan master plan sudah di meja pemerintah pusat. Saat ini, Pemkab fokus merampungkan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPIK) agar dukungan pembiayaan dari pusat bisa segera diputuskan.
“Nanti baru pemerintah pusat akan mengambil langkah mana yang bisa dilaksanakan, mana yang tidak,” katanya.
Pengembangan Kota Baru Gringsing ini ditargetkan rampung paling lambat pada 2029. Pembangunan ini dipastikan tidak akan menabrak aturan, karena sudah sejalan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Gringsing Tahun 2023–2043.
Jika terealisasi, wajah Batang Timur akan berubah drastis. Gringsing tidak sekadar menjadi penyangga industri, melainkan pusat ekonomi dan kawasan perkotaan modern yang terintegrasi di Kabupaten Batang.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan