METROPEKALONGAN.COM, Batang – Maraknya insiden kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Batang selama musim kemarau menjadi atensi serius Pemkab dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang.
Berdasarkan data dan catatan penanganan bencana, sedikitnya terdapat 23 kejadian kebakaran lahan yang melanda berbagai titik perkebunan hingga kawasan hutan Perhutani.
Kebakaran lahan yang terjadi hingga bulan Agustus 2026, tersebar di 9 kecamatan. Yaitu Kecamatan Banyuputih, Batang, Gringsing, Kandeman, Limpung, Pecalungan, Subah, Tulis, dan Warungasem.
Kebakaran lahan terbanyak terjadi di Kecamatan Batang dan Warungasem dengan 4 kasus. Disusul Tulis dan Kandeman 2 kasus. Selain itu terjadi 3 kebakaran lahan di sekitar jalur tol.
Kebakaran terluas terjadi di Tulis akibat pembakaran lahan dan Batang akibat pembakaran sampah yang meluas dengan sebaran mencapai 1 hektare.
Mayoritas kejadian tersebut bermula dari pembakaran sampah yang merembet ke lahan sekitarnya, dimana ada 14 kasus yang terkait hal tersebut. Sedangkan sisanya karena pembakaran lahan dan kasus yang tidak diketahui penyebabnya.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Meningkat, Damkarmat Kota Pekalongan Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah Sembarangan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah mengungkapkan, peningkatan kasus kebakaran lahan terhitung signifikan sejak memasuki awal Agustus. Mayoritas pemicunya adalah faktor kelalaian manusia, khususnya aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
"Penyebab utama didominasi kelalaian warga yang membakar sampah lalu ditinggal, sehingga api merembet ke vegetasi kering. Kebanyakan obyek yang terbakar adalah lahan tebu dan area Perhutani," ujar Wawan.
Ia menambahkan, secara keseluruhan skala kebakaran tergolong kecil dan berhasil dilokalisasi petugas sebelum meluas. Wawan juga meluruskan isu viral di media sosial mengenai kebakaran berhektar-hektar di beberapa wilayah. Menurutnya, narasi di media sosial kerap dibesar-besarkan oleh netizen.
"Secara resmi tidak ada laporan kebakaran seluas itu di wilayah tersebut. Informasi di medsos kadang hanya mengejar tren atau FYP," tegasnya.
Guna mencegah dampak lebih luas, BPBD melakukan langkah antisipasi lintas sektor bersama Perhutani (KPH Kendal dan KPH Pekalongan Timur). Personel Perhutani disiagakan 24 jam penuh dengan sistem shift beserta penyiagaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Suyono menegaskan bahwa pihak eksekutif telah menginstruksikan BPBD untuk memperketat pengawasan dan deteksi dini hingga tingkat kewilayahan.
"Kami minta BPBD setiap hari berkoordinasi langsung dengan para camat dan kepala desa. Musim panas seperti ini rawan memicu percikan api. Komunikasi antarwilayah harus intensif," kata Suyono.
Suyono juga menyampaikan bahwa meski ancaman kebakaran lahan meningkat, pasokan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Batang sejauh ini masih aman dan belum terkendala kekeringan ekstrem.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan