Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Batang 2026 Meroket 8,38 Persen

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:29 WIB
EKONOMI: Pemkab Batang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (RAKORPOK) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Bupati Batang.
EKONOMI: Pemkab Batang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (RAKORPOK) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Bupati Batang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada Triwulan II Tahun 2026 meroket tajam hingga menyentuh angka 8,38 persen.

Capaian fantastis ini tak hanya melampaui target daerah yang dipatok pada kisaran 6,35-6,50 persen, tapi juga sukses mengungguli rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang berada di angka 5,65 persen.

Praktis, capaian tersebut membawa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang masuk peringkat tiga besar se-Indonesia, menempel ketat Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Kendal.

Fakta membanggakan ini diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Bagus Pambudi, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (RAKORPOK) Triwulan II 2026 di Aula Bupati Batang, Kamis 10 September 2026.

Bagus Pambudi membeberkan, tingginya laju ekonomi daerah hingga pertengahan tahun ini tidak lepas dari dorongan empat sektor vital. Sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi menjadi motor penggerak utama.

Baca Juga: RAPBD Batang 2027 Tembus Rp 1,87 Triliun, Pemkab Siapkan Strategi Tutup Defisit Anggaran

Kinerja positif dari sisi ekonomi ini juga sejalan dengan realisasi program yang telah direncanakan oleh jajaran Pemkab Batang. Secara keseluruhan, kinerja pelaksanaan program Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang hingga Triwulan II Tahun 2026 masuk dalam kriteria Tinggi, dengan rata-rata capaian kinerja program mencapai 87,19 persen.

"Sebanyak 185 indikator kinerja atau sekitar 74 persen telah mencapai kategori Sangat Tinggi. Dari total 44 Perangkat Daerah yang dievaluasi, 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berhasil meraih kriteria kinerja Sangat Tinggi dan 16 OPD berada pada kriteria Tinggi,” jelasnya.

Meski mencatatkan rapor hijau, Bapperida tak lantas berpuas diri. Pihaknya mencatat masih ada 38 indikator kinerja di 21 OPD dan tingkat kecamatan yang berada pada kategori rendah hingga sangat rendah.

Tantangan di lapangan cukup beragam, mulai dari kendala perizinan sarana kesehatan, peremajaan sertifikasi tenaga konstruksi, cuaca yang mengganggu produksi hortikultura, hingga minimnya sarana pendukung kecamatan.

Terdapat 38 indikator kinerja program yang masih perlu perhatian dan upaya keras bersama agar target kinerja tahun 2026 dapat tercapai secara optimal di akhir tahun.

"Di sisi prioritas pembangunan, Pemkab Batang terus fokus menguatkan sektor ketahanan pangan melalui alokasi anggaran sebesar Rp13,52 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini diperuntukkan bagi peningkatan jaringan irigasi, jalan usaha tani, pengadaan cadangan pangan, hingga penanganan kerawanan pangan,” tegasnya.

Kerja keras jajaran Pemkab Batang dalam mengawal pembangunan tak hanya berdampak pada angka ekonomi, tetapi juga membuahkan apresiasi bergengsi di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kabupaten Batang sukses menembus babak Finalis Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Selain itu, dalam Evaluasi Program Stunting Nasional (ProSN), Kabupaten Batang berhasil masuk dalam 17 besar nasional (Peringkat 14) dari 546 pemerintah daerah se-Indonesia dengan nilai 90,83, menjadikannya salah satu dari hanya dua kabupaten di Jawa Tengah yang menembus jajaran papan atas nasional,” pungkasnya.(yan)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
ekonomi pertumbuhan ekonomi batang