METROPEKALONGAN.COM, Batang – Atmosfer persaingan sengit menyelimuti GOR Abirawa Batang dalam gelaran Nusantara Basketball Competition 2026 Season 2. Ajang bergengsi regional ini menyedot perhatian pecinta bola basket setelah diikuti 32 tim pelajar se-Karesidenan Pekalongan.
Komposisi peserta terdiri atas 16 tim SMA Putra, 8 tim SMA Putri, dan 8 tim SMP Putra. Siapa sangka, kompetisi skala Karesidenan yang kini berlangsung megah ini berawal dari ide sederhana yang tidak disengaja.
Ketua Panitia Nusantara Basketball Competition 2026, Mula Fahad Al-Farq menceritakan awal mula terbentuknya kejuaraan ini dari percakapan santai antar kawan pada 2024 lalu.
“Alhamdulillah tahun kemarin itu sukses dan kita buat di tahun ini untuk season 2-nya,” kata Fahad di GOR Abirawa Batang.
Fahad menjelaskan, pihak panitia sengaja memfokuskan kejuaraan ini untuk kelompok usia sekolah guna mematangkan dan mengasah bakat-bakat muda dari daerah.
“Untuk kita sebenarnya hanya untuk pelajar ya, SMA/SMK sederajat dan SMP/MTs sederajat. Jadi kayak lebih ke kita mau memaksimalkan potensi anak-anak daerah di kalangan pelajar gitu,” jelasnya.
Baca Juga: Lantik Duta Pancasila, Bupati Batang Wanti-Wanti Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong
Ia berharap kompetisi ini dapat terus mengudara dan mendapat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak hingga melangkah ke level yang lebih tinggi.
“Harapannya, saya harap semoga pihak-pihak yang ikut support akan selalu support kami, dan kita terus tetap berkembang, bertahan. Kalau bisa sih harapannya kita sampai Jawa Tengah atau bisa nasional ataupun internasional untuk ke depannya,” tambah Fahad.
Pesatnya perkembangan bola basket di wilayah ini mendapat respons positif dari pengurus olahraga setempat. Ketua Perbasi Karesidenan Pekalongan, Ari Prima Setyoko, menyebut intensitas kompetisi basket di Kabupaten Batang dan sekitarnya tergolong sangat dinamis dan kompetitif.
“Batang aja setiap bulannya mengisi adanya kompetisi. Apalagi disambung dengan Kota Pekalongan yang juga kompetisinya ketat. Ini Batang sama Pekalongan lagi kejar-kejaran terus ini bikin event-nya terusan. Pokoknya berlomba. Tapi animo khusus pesertanya cukup baik,” ungkap Ari.
Ari menegaskan bahwa kawasan Karesidenan Pekalongan terbukti konsisten melahirkan pebasket berbakat yang mampu menembus panggung nasional, mulai dari Popnas hingga liga profesional Indonesian Basketball League (IBL).
“Kalau atlet nasional di Karesidenan sudah cukup banyak. Ada beberapa kemarin itu masuk ke Popnas dari atlet-atlet dari Pemalang, Tegal. Batang juga udah ada yang mantan-mantan IBL atau pemain-pemain nasional khususnya di Kabupaten Batang sudah ada dua,” terangnya.
Senada, Ketua KONI sekaligus Ketua Perbasi Batang, Teguh Supriyanto, optimistis dengan arah pembinaan atlet di wilayahnya. Pembinaan yang berjalan berjenjang dari kelompok umur, pelajar, hingga klub mulai menunjukkan progres nyata.
“Kalau di Kabupaten Batang, Perbasi Kabupaten sendiri alhamdulillah ini secara rutin memang ada kompetisi-kompetisi dan juga hasilnya sudah membaik. Untuk potensinya di Batang itu alhamdulillah selama ini sudah mulai, mulai perkembangannya mulai bagus dari kelompok usia dan ini dari pelajar maupun dari klub-klub,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, bukti konsistensi pembinaan di Batang juga terlihat dari keikutsertaan serta kelulusan atlet pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. “Porprov kita meloloskan ada 8 atlet. Tapi nomornya apa kita 3x3 mungkin itu iya,” pungkasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan