Sukses Program 'Sak Minggu Sak Buku', Bunda Literasi Batang Faelasufa Sabet Penghargaan Terbaik Jateng

Riyan Fadli • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 11:16 WIB
PENGHARGAAN: Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz saat menerima penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
PENGHARGAAN: Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz saat menerima penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Lewat terobosan program Sak Minggu Sak Buku, Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat provinsi. Ia berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk Kategori Bunda Literasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam kemeriahan Festival Literasi Jawa Tengah 2026 yang dipusatkan di Uptown Mall BSB, Kota Semarang, Jumat 11 September 2026.

“Tentunya ini adalah sebuah momentum untuk saya menjadi lebih bersemangat dan mengembangkan literasi di Kabupaten Batang. Sak Minggu Sak Buku yang selama ini kita gagas, lanjutnya, merupakan program literasi dari Pemerintah Kabupaten Batang agar menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak minimal satu buku setiap minggunya. Mohon dukungannya, semoga kita bisa terus memajukan literasi di Kabupaten Batang,” ujar Faelasufa Faiz Kurniawan.

Selain menobatkan Faelasufa sebagai Bunda Literasi terbaik, Kabupaten Batang juga memborong sejumlah prestasi lain di ajang tersebut. Di antaranya, Juara 2 Pemilihan Duta Baca Tingkat Provinsi Jawa Tengah, serta Juara Harapan 2 Perpustakaan Desa Terbaik yang diraih oleh Perpustakaan Griya Prapanca, Desa Bandar.

Pegiat Literasi Batang, Aqila Lutfika Hilwa Gusnalia, turut berharap capaian ini bisa memicu lahirnya agen-agen literasi baru. Dengan begitu, iklim dan budaya literasi di Kabupaten Batang akan terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga: LCC Dokter Kecil, Dorong Pelajar Terapkan PHBS dan Latih Kepedulian Sejak Dini di Batang

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa Festival Literasi 2026 adalah wujud komitmen kuat pemerintah dalam menjaga budaya literasi masyarakat, terutama di tengah gempuran disrupsi teknologi digital.

“Setelah kegiatan ini harapannya bisa menguatkan komitmen daripada Bunda Literasi, untuk terus bersemangat meningkatkan budaya literasi di Jawa Tengah. Karena banyak perubahan, bahwa kita harus bertransformasi,” terangnya.

Nawal menyoroti perubahan zaman yang sangat memengaruhi pola masyarakat—khususnya Generasi Z dan milenial—dalam menikmati buku dan mencari informasi. Saat ini, anak muda lebih menyukai ruang komunal yang nyaman untuk berdiskusi dan bersantai.

“Kondisi tersebut, perlu direspons dengan melakukan transformasi terhadap ruang-ruang literasi, termasuk perpustakaan. Jangan sampai perubahan pola tersebut justru membuat generasi muda semakin menjauh dari perpustakaan,” tegasnya.

Sebagai bentuk adaptasi, Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah berinovasi dengan menghadirkan Aksara D’Caffe. Konsep ini menyajikan ruang literasi yang santai namun tetap edukatif.

“Generasi Z dan milenial saat ini lebih senang tempat yang bisa dia melakukan interaksi-interaksi. Kemudian dia bisa lebih nyaman dengan santai, sehingga jangan sampai perpustakaan itu ditinggalkan,” ujar dia.

Ke depan, Nawal mendorong agar gerakan literasi terus dihidupkan lewat berbagai aktivitas kreatif yang mampu memancing minat masyarakat untuk datang dan berinteraksi.

“Ruang-ruang diskusi, kegiatan literasi, hingga aktivitas pendukung lainnya dapat dikembangkan di perpustakaan. Dengan ini, perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pengembangan kreativitas masyarakat,” pungkasnya.(yan)

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
penghargaan literasi batang Bunda Literasi