METROPEKALONGAN.COM, Batang – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dalam menekan angka pengangguran semakin agresif. Melalui program Dapat Kerja (DAKER), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang sukses menyerap 1.685 pencari kerja ke dunia industri per 7 September 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 1.616 orang berhasil masuk melalui pendanaan APBD, sementara 69 orang lainnya direkrut lewat jalur non-APBD. Kepala Disnaker Batang, Suprapto, mengklaim efektivitas penyerapan tenaga kerja tahun ini sangat tinggi.
"Kalau DAKER ini 99 persen yang tahun ini semua yang ditempatkan program DAKER langsung bekerja semua," ungkapnya.
Sebagian besar tenaga kerja tersebut terserap di sektor industri garmen dan alas kaki yang tengah berkembang di Kawasan Industri Batang. Sebanyak 13 perusahaan terlibat aktif dalam penempatan ini, di antaranya Tekstil Bearing, Yih Quan, dan Samwon
Meski tren serapan kerja menunjukkan grafik positif, Disnaker Batang terus berpacu dengan waktu untuk memenuhi target minimal 3.000 penempatan hingga penghujung tahun. Artinya, masih ada sekitar 1.315 lowongan pekerjaan yang harus segera diisi.
Di tengah upaya pengejaran target tersebut, Disnaker juga menyoroti dinamika pekerja di lapangan. “Di sisi lain, Disnaker juga mencermati fenomena pekerja yang memilih mengundurkan diri (resign) setelah ditempatkan. Menanggapi hal ini, Suprapto menepis anggapan bahwa pekerja keluar hanya karena merasa jenuh. Faktor fasilitas seperti uang makan, sistem kerja lima hari, hingga faktor jarak dan dorongan keluarga justru menjadi alasan utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kepindahan pekerja kerap didasari oleh tawaran yang lebih menjanjikan di tempat lain. "Jadi bukan karena dia bosan, tapi karena dia ingin mencari yang lebih nyaman, lebih baik. Jadi dia resign itu mungkin diajak temannya pindah ke pabrik lainnya," tambahnya.
Kondisi inilah yang membuat Disnaker tak sekadar berfokus pada kuantitas penyerapan, melainkan juga kenyamanan dan keberlanjutan karier para pekerja. Menghadapi tantangan tersebut, Disnaker Batang langsung memutar otak dan berinovasi.
“Guna mengejar sisa target, Disnaker Batang kini mengubah taktik dengan pola jemput bola. Informasi pasar kerja dibawa langsung ke masyarakat lewat kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK,” terangnya.
Langkah taktis ini telah dieksekusi di SMK Muhammadiyah Bawang (dihadiri 200 alumni) dan SMK 1 Blado (dihadiri 550 alumni, dengan 300 di antaranya langsung masuk rekrutmen). Agenda selanjutnya menyasar SMK Ma'arif Limpung pada 9 September 2026 dengan memboyong tiga perusahaan sekaligus ke sekolah.
“Setiap kita hadir menerangkan Batang Karir Informasi Kerja, kita membawa perusahaan untuk walk-in. Mulai September, Disnaker membidik penyerapan minimal 400 tenaga kerja setiap bulannya. Tak hanya itu, penyiapan keterampilan calon pekerja juga diperluas dengan menggandeng sembilan BLK swasta agar pelatihan lebih merata dan dekat dengan pemukiman warga,” ujar dia.
Dengan strategi baru ini, akses pelatihan kerja akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. "Jadi tidak harus berduyun-duyun datang ke BLK, tapi di mana BLK swasta terdekat bisa untuk pelatihan nanti," pungkasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan