Antisipasi Karhutla di Kemarau Panjang, DPRD Batang Desak Pemkab Tambah Armada dan Pos Damkar

Riyan Fadli • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:15 WIB
KEBAKARAN: Petugas saat berusaha memadamkan lahan sampah yang terbakar di TPA Randukuning.
KEBAKARAN: Petugas saat berusaha memadamkan lahan sampah yang terbakar di TPA Randukuning.

METROPEKALONGAN.COM, Batang  – Memasuki musim kemarau panjang, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Batang semakin tinggi.

Mengantisipasi hal tersebut, DPRD Kabupaten Batang mendesak Pemkab Batang untuk segera memperkuat kesiapsiagaan, khususnya terkait kelayakan dan jumlah armada pemadam kebakaran (Damkar).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi Golkar, Danang Aji Saputra, menyoroti kondisi sejumlah kendaraan Damkar yang tidak sepenuhnya siap operasi usai rapat koordinasi penanganan potensi karhutla, Senin 14 September 2026.

“Pemkab juga harus persiapan itu. Terutama di Satpol PP yang membidangi, membawahi bidang Damkar, itu juga harus disiapkan,” kata Danang.

Kecepatan penanganan sangat krusial untuk mencegah meluasnya area kebakaran. Oleh karena itu, pengecekan kelayakan operasional wajib dilakukan segera. “Mobil-mobil Damkar juga harus benar-benar dipastikan dalam kondisi yang bagus, siap untuk penanganan,” ujarnya.

Baca Juga: Tinjau Sisa Kebakaran TPA Randukuning, Bupati Temukan Kepulan Asap Masih Muncul

Selain optimalisasi kendaraan eksisting, Danang mendorong penambahan pos Damkar baru. Saat ini, Kabupaten Batang baru mengandalkan tiga titik pos, yakni di Batang Kota, Bandar, dan Limpung. Penambahan dua titik baru dinilai mendesak demi memperpendek waktu tempuh (response time) ke lokasi bencana.

“Kalau bisa, tambah lagi dua titik barangkali akan lebih mempermudah akses. Karena kan Damkar harus, maksimal kan lima menit sampai ke lokasi,” katanya.

Penempatan pos baru ini harus strategis, menyasar area rawan kebakaran dengan medan yang sulit atau memiliki risiko tinggi. “Menurutku yang potensi kebakaran ya daerah atas, Bawang barangkali, kan Bawang kan aksesnya susah. Kemudian Gringsing, di situ kan karena juga ada kawasan industri,” katanya.

Danang juga membeberkan fakta bahwa ketersediaan armada Damkar di Batang saat ini jauh dari ideal. Dari total enam armada yang ada, hanya separuhnya yang bisa digunakan untuk memadamkan api.

 

“Kalau mobil Damkar tambahan tiga lagi itu harusnya. Karena kondisi sekarang ada enam, enam mobil Damkar yang satu enggak bisa dipakai, yang dua itu masuk bengkel, jadi tiga, saya kira masih kurang,” ujarnya.

Ia merekomendasikan pengadaan tiga unit mobil Damkar baru dengan spesifikasi kapasitas air yang besar, agar tidak kewalahan di lapangan.

“Ya, sekiranya juga pengadaan mobil Damkar, kemarin cuma kan mobil kecil. Nanti yang bisa ya, mobil yang 5.000 liter atau 8.000 liter,” katanya.

Baca Juga: Gunung Sampah di TPA Randukuning Terbakar, Petugas Berjibaku Sehari Semalam

Tidak hanya mengandalkan Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang juga diminta turun tangan menyediakan sarana prasarana pendukung, khususnya tangki pasokan air.

“Termasuk juga BPBD juga harus siapkan tangkinya. Tangki untuk airnya, karena kan dia kan belum punya tangki, untuk pemadam di provinsi. Itu aja sebenarnya sih,” ujarnya.

Secara kelembagaan, DPRD Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Pemkab jika memang serius mengajukan penambahan fasilitas krusial ini.

“Ya maksudnya, Pemkab yang ngurus itu. Kita oke-oke aja, yang penting siap. Ya kalau memang diusulkan ya, kita enggak akan, pasti akan support,” katanya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
dpdr batang damkar batang