METROPEKALONGAN.COM, Batang – Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Batang menggelar Sosialisasi dan Kampanye Keselamatan Pelayaran, Senin 21 September 2026.
Mengusung tema “Siap Berlayar, Kenali Alurnya, Siap Selamat, Wujudkan Zero Accident”, acara ini diikuti sekitar 125 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah, aparat keamanan, operator kapal, pelaku usaha pelabuhan, hingga nelayan se-Kabupaten Batang.
Tujuannya untuk memperkuat budaya safety first di perairan Batang. Keselamatan saat melaut menjadi harga mati bagi para nelayan dan pengguna jasa perairan.
Kepala UPP Kelas III Batang, Sugiyanto, menegaskan bahwa pemahaman akan alur dan potensi risiko laut adalah kunci utama pelayaran yang aman.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP, tetapi tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan,” tegasnya.
Sugiyanto juga mengingatkan empat pilar keselamatan yang wajib dipenuhi, yakni kesiapan SDM (nakhoda dan awak), kelaikan kapal, keselamatan penumpang, hingga kewaspadaan terhadap cuaca dan lingkungan.
Dalam forum ini, para peserta mendapat pencerahan langsung dari berbagai pakar. Arman, SH. MH dari UPP Kelas III Batang membedah standar keselamatan kapal tradisional dan kesiapan alat darurat.
Selanjutnya, Syarif Hidayat dari Pelabuhan Perikanan Klidang Lor menyoroti peran pelabuhan dalam mendukung keselamatan pelayaran.
Dari unsur TNI-AL, Peltu Mar/86899 Pulung Gentono (Pos Sigandu Batang) mengingatkan pentingnya perlengkapan seperti life jacket, life buoy, hingga sinyal darurat saat melaut.
Sementara itu, Kasatpolairud Polresta Batang, Kompol Toto Hadi Prayitno, menyoroti aturan main di sekitar Objek Vital Nasional (Obvitnas). Nelayan diimbau agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan fasilitas vital seperti water intake (pipa pengambilan air laut) dan dermaga khusus PLTU Batang demi meminimalisasi risiko kecelakaan.
Sinergi HNSI dan Dukungan Penuh BPI
Langkah edukasi ini mendapat sambutan hangat dari para nelayan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bimasena Power Indonesia, KUPP Kelas III Batang, serta seluruh pihak terkait atas terselenggaranya kegiatan keselamatan pelayaran ini. Kegiatan seperti ini sangat penting mengingat nelayan merupakan profesi dengan risiko tinggi. Kami berharap dukungan dan kolaborasi dalam peningkatan keselamatan serta kesejahteraan nelayan di Kabupaten Batang dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Turut mendukung penuh acara tersebut, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) ikut andil dalam mengedukasi masyarakat pesisir. External Relation Manager BPI, Bagus Dona Doni, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bentuk sinergi perusahaan dan pemerintah untuk menjaga keselamatan warga.
“Kegiatan operasional kami sebagai Objek Vital Nasional meliputi wilayah daratan dan perairan, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama bagi seluruh pihak untuk tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan,” paparnya.
BPI juga menyerahkan bantuan life jacket kepada perwakilan Rukun Nelayan Roban Timur, Roban Barat, Ujungnegoro, dan Seturi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan keselamatan sebagai sebuah kebiasaan harian, demi terwujudnya pelayaran yang aman, tertib, dan zero accident di wilayah perairan Kabupaten Batang.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan