METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pertumbuhan peternakan susu sapi perah di Kabupaten Batang dinilai sebagai momentum strategis untuk mengkampanyekan pentingnya konsumsi susu bagi masyarakat.
Pemkab Batang memproyeksikan sektor ini untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memberikan kepastian stok susu di tingkat lokal.
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, berharap melimpahnya pasokan ke depan akan berimbas pada harga susu yang semakin murah. "Sehingga anak-anak kita di Kabupaten Batang ini bisa minum, bisa mendapatkan kecukupan gizi dengan cost yang relatif efisien," tegasnya dalam acara bulan bakti peternakan dan kesehatan hewan di jalan Veteran, Rabu 23 September 2026.
Meski Batang telah memiliki pabrik susu, pasokan dari populasi sapi perah lokal saat ini diakui masih belum mencukupi kuota kebutuhan pabrik tersebut.
Menjawab tantangan ini, Pemkab Batang telah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang terarah. Jika pada tahun 2027 pemerintah daerah masih berfokus pada sektor pariwisata, maka pada tahun 2028 fokus pengembangan ekonomi lokal akan digeser ke sektor peternakan. Sebagai bentuk intervensi, pemerintah berencana menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti kandang komunal dan bank pakan.
Menurut Faiz, potensi investasi peternakan di Batang masih sangat tinggi. Pihaknya terus mengkampanyekan peluang ini dan membaginya ke dalam dua rumusan konsep.
Baca Juga: Perusahaan AI Siap Bangun Fasilitas di KITB Batang 2027, Pemkab Jamin Energi dan SDM
Konsep pertama adalah mengundang investasi berskala besar yang ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi peternak lokal.
Adapun konsep kedua adalah peternakan yang sepenuhnya berbasis kerakyatan. "Satu orang punya 2-3 sapi, terus orang lain nanti punya 2-3 sapi. Nah tinggal nanti pemerintah daerah ini yang akan membantu menyiapkan kandang komunalnya," papar Faiz.
Ia menampik bahwa konsep ini menggunakan pola kemitraan konvensional, melainkan menggunakan sistem titip di mana masyarakat menempatkan sapinya di kandang komunal milik pemerintah dengan mekanisme pembagian hasil.
Di luar isu pengembangan peternakan, Pemkab Batang juga berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah. Langkah ini diambil untuk meredam dampak inflasi dan mengantisipasi hambatan rantai pasok akibat musim kemarau panjang.
Penyelenggaraan pasar murah tersebut secara khusus dipertahankan agar masyarakat kecil terbantu untuk mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih miring.
"Memang kita sekarang dalam kondisi supply-nya agak sedikit terhambat karena kemarau yang cukup panjang. Tetapi insyaallah sih kondisinya masih cukup stabil," jelas Faiz. (yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan