METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jajaran Satreskrim Polresta Batang terus mendalami kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga usai menyantap hidangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu Mawar, Desa Rowobelang, Kecamatan Batang.
Fokus penyelidikan kepolisian saat ini mengarah pada jeda waktu antara pembuatan hingga pembagian bubur kacang hijau yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan.
Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, menegaskan bahwa jajaran Satreskrim telah bergerak melakukan penyelidikan atas perintah pimpinan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa sajian kacang hijau tersebut sudah selesai dimasak sejak pagi.
"Memang seyogianya makanan itu diberikan pada pagi hari. Akan tetapi karena ada satu dua hal, kemudian diberikan sore hari, dan itu yang kemungkinan penyebab salah satu keracunan," ungkap Kompol Bintoro saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Guna mengungkap penyebab pasti secara medis, pihak kepolisian telah mengamankan dan mengirimkan sejumlah sampel ke laboratorium. "Kami sudah mengambil sampel untuk bubur kacang hijau sendiri. Kemudian dari muntahan beberapa pasien juga kami ambil hasilnya untuk kami laporkan ke Semarang," tegasnya.
Baca Juga: 34 Warga Keracunan PMT Posyandu, Balita hingga Lansia Dilarikan ke RS
Ia menambahkan, kepastian hasil uji laboratorium tersebut diestimasikan baru akan keluar dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. Terkait kondisi terkini para korban keracunan, Kompol Bintoro menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ada sekitar 30-an lebih pasien yang menjalani perawatan. "Terdiri dari anak kecil dan dewasa," imbuhnya.
Di sisi lain, berdasarkan pembaruan data dari pihak medis rumah sakit, tercatat ada sejumlah pasien yang sebelumnya sudah dipulangkan, namun terpaksa kembali mendatangi fasilitas kesehatan.
Tercatat ada 6 orang pasien rawat jalan yang kembali datang memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan ulang tersebut, 1 orang kembali diizinkan rawat jalan, sementara 5 orang lainnya harus dialihkan menjadi pasien rawat inap.
"Kemarin itu dari pagi sampai siang kan ada 34 (korban), malamnya tambah 2 jadi 36. Lah, tadi yang datang ulang itu 6 orang. Yang satu rawat jalan, yang rawat inap 5 orang," terang Sri Suparti, Koordinator Case Manager RSUD Batang
Pihaknya merinci bahwa mayoritas keluhan yang dialami oleh para pasien yang kembali masuk tersebut adalah muntah dan diare. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dukuh Rowosuko, Desa Rowobelang mengalami mual, pusing, hingga diare hebat secara serentak usai menyantap menu PMT pada Senin 21 September 2026 malam.
Jadwal pelaksanaan Posyandu dan pembagian PMT yang sejatinya digelar Senin pagi terpaksa diundur menjadi sore hari karena ada warga yang meninggal dunia, sementara makanan PMT sudah telanjur dimasak oleh para kader sejak pagi hari. (yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan