Update!! Kasus Keracunan PMT Posyandu Rowobelang Batang, Kembali Bertambah jadi 41 Orang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB
KERACUNAN: Petugas saat menunjukkan sampel makanan yang dimakan para korban keracunan.
KERACUNAN: Petugas saat menunjukkan sampel makanan yang dimakan para korban keracunan.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Jajaran Satreskrim Polresta Batang terus mendalami kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan warga usai menyantap hidangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu Mawar, Desa Rowobelang, Kecamatan Batang.

Fokus penyelidikan kepolisian saat ini mengarah pada jeda waktu antara pembuatan hingga pembagian bubur kacang hijau yang diduga kuat menjadi pemicu keracunan.

Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, menegaskan bahwa jajaran Satreskrim telah bergerak melakukan penyelidikan atas perintah pimpinan. B

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terungkap bahwa sajian kacang hijau tersebut sudah selesai dimasak sejak pagi.

"Memang seyogianya makanan itu diberikan pada pagi hari. Akan tetapi karena ada satu dua hal, kemudian diberikan sore hari, dan itu yang kemungkinan penyebab salah satu keracunan," ungkap Kompol Bintoro saat dikonfirmasi, Rabu 23 September 2026.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru per Rabu 23 September 2026 pukul 10.00 WIB, Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dan KLB Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, Khairunisa, menyampaikan bahwa jumlah warga bergejala kini bertambah menjadi 41 orang. Korban terdiri dari 13 laki-laki dan 28 perempuan.

"Rincian per tanggal 23 September pagi, terdapat 27 orang berstatus rawat jalan dan 14 orang harus menjalani rawat inap di RSUD Batang. Ada penambahan empat pasien rawat inap dibandingkan hari sebelumnya," papar Khairunisa.

Dinkes Batang mencatat mayoritas pasien mengalami keluhan infeksi saluran pencernaan yang cukup parah. Persentase gejala tertinggi meliputi diare (82,9%), sakit perut (75,6%), mual (73,2%), pusing (65,9%), dan muntah (63,4%). Beberapa korban juga mengeluhkan badan lemah, perut melilit, demam, hingga sesak napas.

Baca Juga: Update!! Korban Kasus Keracunan PMT Posyandu Rowobelang Batang, Bertambah jadi 36 Orang

Guna mengungkap penyebab pasti secara medis, langkah investigasi higenitas dan sanitasi telah dilakukan. Dinkes Batang telah mengirimkan sejumlah spesimen ke laboratorium rujukan. Sampel yang diuji tidak hanya bubur kacang hijau, melainkan lima item spesifik, yaitu bubur kacang hijau, roti tawar, tahu bacem, feses (kotoran) kasus, air sumur bor dari rumah Ny. E (pembuat makanan).

Kompol Bintoro menambahkan bahwa hasil uji laboratorium forensik untuk sampel makanan dan muntahan pasien diestimasikan baru akan keluar dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.

Terkait dinamika pasien di fasilitas kesehatan, Koordinator Case Manager RSUD Batang, Sri Suparti, menjelaskan bahwa ada sejumlah pasien yang sebelumnya sempat dipulangkan, namun terpaksa kembali mendatangi rumah sakit.

Tercatat ada 6 orang pasien rawat jalan yang kembali datang memeriksakan diri karena gejala muntah dan diare yang belum mereda.

"Dari enam orang yang datang ulang itu, satu orang kembali diizinkan rawat jalan, sementara lima orang lainnya kondisinya mengharuskan mereka dialihkan menjadi pasien rawat inap," terang Sri.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dukuh Rowosuko, Desa Rowobelang mengalami mual, pusing, hingga diare hebat secara serentak usai menyantap menu PMT pada Senin 21 September 2026 malam.

Jadwal pelaksanaan Posyandu dan pembagian PMT yang sejatinya digelar Senin pagi terpaksa diundur menjadi sore hari karena ada warga yang meninggal dunia, sementara makanan PMT sudah telanjur dimasak oleh para kader sejak pagi hari. (yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
rowobelang keracunan batang