Diduga Keracunan MBG, 244 Siswa dan Warga di Bawang Dilarikan ke Faskes, Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Riyan Fadli • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 20:42 WIB
KERACUNAN: Korban keracunan saat dilarikan ke RSUD Batang.
KERACUNAN: Korban keracunan saat dilarikan ke RSUD Batang.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Ratusan siswa sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), guru, hingga orang tua murid di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Rabu (23/9/2026) malam, jumlah korban dilaporkan melonjak mencapai 244 orang.

Para korban berdatangan secara bergelombang ke Puskesmas Bawang dan beberapa rumah sakit rujukan akibat mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah.

Korban berasal dari sejumlah instansi pendidikan di wilayah Kecamatan Bawang, di antaranya SD 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi.

Tak hanya siswa, keluhan serupa juga dirasakan oleh orang tua dan lansia yang mengonsumsi jatah MBG milik anak mereka yang dibawa pulang, serta sejumlah guru yang ikut menyantap hidangan tersebut.

Mereka dilarikan ke Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, dan RSUD Batang. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, meninjau langsung penanganan para korban di Puskesmas Bawang bersama jajaran pengawas dan kepala sekolah.

"Malam ini teman-teman sudah ada di lokasi, dari pengawas kemudian beberapa kepala SD di Puskesmas Bawang untuk memantau situasi anak-anak kita. Sebagian sudah bisa pulang, sebagian masih menjalani perawatan. Ada sekitar empat orang, dari orang tua dan simbah murid, yang dirujuk ke RSUD Batang," ujar Bambang, Rabu malam.

 

Bambang mengimbau sekolah untuk memberikan fleksibilitas bagi siswa yang terdampak agar tidak memaksakan diri masuk sekolah hingga kondisi fisik mereka benar-benar pulih.

"Himbauan dari saya, sementara kalau memang anak-anak belum fit, bisa belajar di rumah sampai kondisinya fit. Untuk pasokan MBG selanjutnya, kalau anak-anak masih belum masuk ya jangan kita terima dulu. Ada beberapa guru juga yang merasakan mual karena ikut makan MBG," jelasnya.

Merespons kejadian ini, Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan tersebut.

Dapur SPPG yang berlokasi di kawasan KUD Desa Bawang tersebut diketahui melayani sekitar 2.700 penerima manfaat.

"SPPG yang bersangkutan kita berhentikan sementara pengirimannya. Ini bagian dari kontrol kita yang harus diefektifkan kembali. Sudah berulang kali saya sampaikan, jaga SOP benar-benar karena ini berkaitan dengan makanan. Jika ada kesalahan dalam mengolah atau tidak higienis, bisa menimbulkan keracunan yang mengancam jiwa," tegas Suyono.

Berdasarkan penuturan warga, hidangan yang dikonsumsi merupakan menu MBG pada Selasa 22 September 2026 dengan salah satu lauk berupa olahan telur.

Menu pada hari itu adalah nasi putih, mix sayur, tahu mendoan, telur bolognese, dan anggur. Gejala mual dan pusing baru dirasakan warga dan siswa beberapa jam setelahnya, mulai dari sore hingga malam hari.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan.

"Kita panggil Korwil dan pengelola SPPG-nya. Jika nanti terbukti ada kelalaian berat dan tidak ada pertanggungjawaban, SPPG tersebut bisa terancam ditutup permanen," pungkas Suyono.

 

Meski terjadi insiden keracunan massal, aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Bawang dipastikan tetap berjalan normal, kecuali bagi para siswa dan guru yang masih menjalani perawatan medis.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
bawang keracunan keracunan mbg batang Mbg