Dinkes Batang Tegas Bantah Isu Korban Jiwa Kasus Keracunan MBG Bawang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:39 WIB
Korban keracunan saat mendapatkan perawatan di RSUD Batang
Korban keracunan saat mendapatkan perawatan di RSUD Batang

METROPEKALONGAN.COM, Batang– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menepis keras kabar burung yang menyebutkan adanya korban meninggal akibat dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang.

Seluruh pasien yang dirawat di RSUD Batang dipastikan aman dan menunjukkan progres kesehatan yang positif.

Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi, turun langsung untuk memastikan kondisi para pasien korban keracunan MBG. Pemantauan intensif dilakukan sejak malam hingga Kamis 24 September 2026 pagi di RSUD Batang.

“Sejauh saya memantau pagi ini kondisi aman. Tadi pagi saya memantau di RSUD Batang, tadi malam saya sampai pukul 23.45 WIB, tadi pagi pukul 05.30 WIB saya ke situ lagi hingga 06.30 WIB. Aman, alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semuanya,” kata Ida.

Tren pemulihan terlihat jelas dari menurunnya keluhan gejala medis para pasien. Keluhan intensitas diare, mual, muntah, serta pusing yang sebelumnya dialami korban kini sudah jauh berkurang.

Merespons isu liar mengenai adanya korban meninggal dunia, Dinkes Batang memastikan informasi tersebut tidak benar (hoaks). Sistem pelaporan fasilitas pelayanan kesehatan sangat ketat, sehingga setiap perkembangan gawat darurat pasti langsung dikoordinasikan.

“Kalau ada laporan yang meninggal pasti iya. Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon,” tegasnya.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Bawang Tembus 276 Orang, 11 Sekolah Terdampak

Ida menduga kuat, kabar hoaks terkait korban jiwa keracunan makanan ini muncul akibat kesalahpahaman masyarakat yang mengaitkan kematian pasien lain dengan insiden di Bawang.

“Mungkin ada orang meninggal, tapi meninggalnya bukan kasus yang ini, mungkin dia kan enggak ngerti juga. Dinkes saat ini masih memprioritaskan penanganan dan pemantauan kondisi pasien. Sementara itu, data terkait jumlah pasien dan perkembangan kasus masih terus dirapikan karena pencatatan pada malam sebelumnya cukup dinamis,” terangnya.

Saat ini, fokus utama Dinkes Batang adalah penanganan medis berkelanjutan. Meski gangguan pencernaan membutuhkan waktu untuk sembuh total, penurunan keluhan sakit perut menjadi indikator pemulihan yang sangat baik.

“Kalau sakit perut memang bertahap. Orang diare biasa saja mesti sakit perutnya, kan enggak langsung sembuh. Besok harinya pun masih ada sakit perutnya, tapi sudah berkurang. Dengan kondisi pasien yang terus menunjukkan perbaikan, Dinkes Batang masih melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh korban yang menjalani perawatan,” pungkasnya.(yan)

 

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
bawang keracunan batang Mbg