METROPEKALONGAN.COM, Batang – Organisasi Akuatik Kabupaten Batang kembali menggelar Kejuaraan Renang Antar Sekolah (KRAS). Ajang pencarian bibit atlet ini sukses menyedot animo sekitar 600 peserta dari ratusan sekolah di empat daerah, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berskala lokal, KRAS Batang kali ini sengaja memperluas jangkauan wilayah. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak kualitas persaingan sekaligus melatih ketahanan mental para perenang muda sejak dini.
Ketua Akuatik Kabupaten Batang, Andang Tri Kusnaedy menjelaskan, perluasan partisipasi peserta hingga ke tiga kabupaten/kota tetangga sangat efektif untuk mengukur potensi para atlet pelajar.
“Biasanya agenda tahunan ini cuma satu Kabupaten Batang. Tapi untuk meningkatkan persaingan dan mencari bibit-bibit atlet, terutama di sekolah. Supaya sekolah itu bisa mengetahui bahwa di sekolahnya itu punya atlet-atlet potensi renang,” katanya, Minggu (4/10/2026).
Andang menambahkan, kejuaraan bergengsi ini mengakomodir seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
“Pelibatan kelompok usia dini dinilai penting untuk membentuk ketahanan mental saat berlomba. Selama ini latihan kan enggak grogi, tapi kalau pas lomba biasanya dadi nervous. Nah itu, untuk menguji adrenalin dan mental mereka di kejuaraan,” jelasnya.
Dari segi teknis, Ketua Panitia KRAS Mursito Adi memaparkan, terdapat 174 nomor yang dipertandingkan dalam waktu satu hari penuh. Ajang ini menerapkan sistem langsung final, di mana peserta berangkat, dilakukan pencatatan waktu, dan yang tercepat otomatis menjadi pemenang.
“Jika terjadi catatan waktu seri (draw) pada posisi terdepan, maka aturan penentuan pemenang disesuaikan dengan regulasi khusus. Kalau waktunya juara 1 dan 2 sama, maka yang ketiga adalah dia juara ketiga, enggak ada juara kedua. Berarti juara 1, 1, dan 3,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Harian Akuatik Batang, Tisna Zuhri Madina menuturkan bahwa KRAS diposisikan sebagai wadah pembinaan usia dini yang berjalan beriringan dengan ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Kompetisi ini menjadi batu loncatan awal bagi atlet pelajar sebelum menembus jenjang yang lebih tinggi.
“Ini untuk kita menjaring anak-anak yang usia 6 tahun, 7 tahun, 8 tahun untuk kompetisi. Dari entry level ini, mereka nanti naik ke Kejuaraan Renang Pemula, baru meningkat lagi ke Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan se-Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tisna menyebutkan bahwa perkembangan pembinaan olahraga renang di Kabupaten Batang saat ini terus menunjukkan tren positif dengan persebaran atlet yang merata di berbagai wilayah kecamatan.
“Alhamdulillah Kabupaten Batang sudah banyak atlet-atlet usia dini, khususnya di KU-4, KU-5, KU-3, itu ada perenang-perenang terbaik yang tingkatnya sudah di Jawa Tengah. Pesertanya juga sudah merata dari Batang Barat, Batang Timur, hingga Batang Selatan,” ujar dia.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan