METROPEKALONGAN.COM, Batang - Pemkab Batang serius membidik sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2027. Meski saat ini fokus pada lima destinasi wisata unggulan, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang memastikan akan tetap membuka opsi pengembangan untuk objek wisata potensial lainnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang, Bagus Pambudi, menyatakan bahwa pengembangan pariwisata akan menjadi strategi kunci.
Lima destinasi yang masuk dalam daftar unggulan prioritas 2027 meliputi Pantai Sigandu, Bandar Eco Park, Kopi Sidawung Tombo Bandar, Pagilaran, dan Curug Genting.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disparpora Batang, Ulul Azmi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu masterplan yang sedang disusun oleh Bapperida terkait Daya Tarik Wisata (DTW) unggulan tersebut.
Setelah penyusunan masterplan rampung, barulah Disparpora akan mengeksekusi rencana pengembangan di lapangan.
"Waktu dulu Pak Bupati pernah menyampaikan ada lima wisata unggulan, yaitu Sigandu, Bandar Eco Park, Curug Genting, Pagilaran, dan Puncak Tombo. Cuman Pak Bupati juga membuka kemungkinan tidak hanya lima DTW tersebut, jadi masih membuka opsi-opsi lain," ungkap Ulul Azmi.
Lebih lanjut, Ulul menyebutkan ada beberapa destinasi wisata yang berpotensi menjadi opsi tambahan, di antaranya adalah Curug Gombong dan Silurah, yang saat ini potensinya sedang dikaji lebih lanjut oleh Bapelitbang.
Sebagai langkah konkret, pada anggaran perubahan tahun 2026 ini, Disparpora juga menganggarkan pembuatan Detail Engineering Design (DED) untuk kelima destinasi wisata unggulan tersebut. Perbaikan sarana dan prasarana di objek wisata yang sudah beroperasi juga terus dikebut.
Di Bandar Eco Park upaya untuk mendukung tahun kunjungan wisata pun sudah dimulai, pengerjaan pagar darurat telah selesai dan baru saja dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.
Ke depan, perbaikan akan difokuskan pada lantai kolam yang rusak, pembenahan wahana permainan, serta area tanah yang sempat amblas. Pembenahan ini krusial mengingat Bandar Eco Park selalu berhasil menarik minat kunjungan wisatawan dalam jumlah tinggi, baik dari kalangan warga lokal maupun luar daerah.
"Bandar Eco Park selama ini berhasil menarik banyak kunjungan dari wisatawan lokal maupun luar daerah," tandasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan