MBG Prasmanan Diujicobakan di SMPN 2 Kandeman Batang, Siswa Ketagihan Lauk Hangat

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:38 WIB
MBG: Siswa SMPN 2 Kandeman tampak antusias mengambil menu MBG dengan sistem prasmanan di ruang kelas.
MBG: Siswa SMPN 2 Kandeman tampak antusias mengambil menu MBG dengan sistem prasmanan di ruang kelas.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – SMPN 2 Kandeman melakukan uji coba pemberian MBG untuk para siswa dengan konsep prasmanan. Meski uji coba penyajian MBG prasmanan ini baru diterapkan di lingkup kecil pada dua ruang kelas, respons para pelajar terlihat antusias.

Berkat sajian menu yang lebih segar dan tetap hangat, para siswa mengaku ketagihan dan bisa menikmati makan siang dengan lebih lahap di setiap suapannya.

Uji coba konsep prasmanan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan. Langkah ini diambil sebagai tolok ukur untuk melihat efektivitas penyajian menu sekaligus mengukur respons langsung dari para siswa sebagai penerima manfaat.

Salah satu siswi kelas IX SMPN 2 Kandeman, Putri, mengaku lebih menyukai konsep penyajian secara prasmanan dibandingkan pembagian menggunakan wadah compreng (kotak makan).

Baca Juga: Sebanyak 19 Sekolah di Kabupaten Pekalongan Tolak MBG

Menurutnya, faktor kesegaran makanan dan kebebasan menambah porsi menjadi daya tarik utama.

“Ya pada suka karena nasi sama lauknya masih hangat, jadi bisa nambah. Hari ini menunya ada ayam, tempe, sayur sama pisang, tadi nambahnya lauk tempe sama ayam karena suka,” katanya.

Putri sangat mendukung apabila pembagian MBG ke depannya menggunakan sistem prasmanan. Selain hidangan yang disajikan masih hangat, cara ini terbukti menambah nafsu makan para pelajar.

“Lebih milih kayak gini sih, bisa nambah juga, karena biasa makan dua piring kalau di rumah. Kalau bisa sih prasmanan porsinya ditambah, biar bisa nambah lauknya, karena biasanya yang dibagikan itu lauknya kurang banyak,” jelasnya.

Plt Kepala SMPN 2 Kandeman, Adam Malik, mengapresiasi sekolahnya terpilih menjadi lokasi uji coba konsep MBG prasmanan. Selain makanan diterima anak-anak dalam kondisi hangat, konsep ini juga dinilai efektif dalam mengurangi sisa makanan.

 

“Konsep prasmanan lebih disukai, karena anak bisa mengambil sesuai porsinya, sehingga tidak ada makanan sisa yang terbuang, jadi lebih efektif. Konsep prasmanan sudah diujicobakan sejak 5 Oktober 2026, yang diberikan kepada 64 siswa penerima di kelas IX A dan IX B,” terangnya.

Meski demikian, Adam Malik memberikan catatan khusus. Jika ke depannya konsep prasmanan ini diterapkan di seluruh kelas, infrastruktur sekolah perlu ditingkatkan, mengingat kontur geografis SMPN 2 Kandeman yang berundak dinilai kurang nyaman untuk distribusi prasmanan massal.

“Alangkah baiknya, jika disiapkan ruang aula, sementara di sini belum punya. Jadi sementara hanya di area kelas yang datar saja yang bisa,” ungkapnya.

Baca Juga: 41 Persen Pemasok Bahan MBG Kabupaten Pekalongan Masih dari Luar Daerah

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, Wahyu Nugroho menyebut, uji coba ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan.

Nantinya, hasil uji coba di sejumlah sekolah penerima manfaat ini akan dievaluasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan apakah konsep ini layak untuk dilanjutkan secara permanen.

“Memang konsep prasmanan disajikan saat menu masih hangat sehingga anak lebih banyak yang suka. Tapi untuk kepastian keberlanjutannya, kami menunggu arahan dari BGN karena akan dievaluasi terlebih dahulu,” ujar Wahyu.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
prasmanan batang Mbg