METROPEKALONGAN.COM, Batang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kini tengah mengebut pembaruan data penerima bansos untuk tahun 2027. Melalui skema digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), masyarakat diwajibkan melakukan registrasi ulang agar penyaluran bantuan benar-benar transparan dan tepat sasaran.
Tak main-main, untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Pemkab menerjunkan tim terpadu dari tingkat RT hingga RW. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang, Willopo menegaskan, tahapan registrasi ulang ini hukumnya wajib.
Tidak hanya bagi penerima lama, tetapi juga bagi warga rentan yang selama ini merasa berhak namun belum tersentuh bantuan.
“Registrasi ulang itu, siapa saja yang diregistrasi ulang. Yang diregistrasi ulang itu adalah, yang pertama penerima bantuan sosial PKH dan BPNT existing sekarang ini. Kemudian yang kedua, yang masuk desil 1 sampai desil 4 yang belum mendapatkan bansos. Nah, kemudian yang ketiga, masyarakat yang memang merasa harus mendapatkan bansos, ya itu kita diregistrasi,” katanya.
Willopo juga mengingatkan adanya konsekuensi langsung bagi warga yang menyepelekan dan melewatkan proses pendataan digital ini. Terlebih, pemerintah harus berpacu dengan waktu.
“Untuk mengejar target minimal 50 persen dari total keluarga di Kabupaten Batang terdata hingga November, Pemkab Batang menggandeng unsur TNI, Polri, hingga ASN sebagai agen perlinsos di lapangan,” jelasnya.
Aksi kemanusiaan berskala besar ini mendapat back up (dukungan) penuh dari aparat keamanan. Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono memastikan seluruh jajarannya siap turun gunung menyisir setiap sudut desa.
“Tentunya ini kita TNI-Polri dengan pemerintah daerah diminta dalam kaitan program kemanusiaan, kita sebagai agen perlinsos ya untuk mendata terkait perlindungan sosial,” ujar dia.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan pengerahan personel tidak hanya bertumpu pada Bhabinkamtibmas dan Babinsa saja, melainkan digerakkan secara total.
"Untuk Polresta sendiri sudah mem-plotting ya. Kita bagi habis, tidak hanya Bhabinkamtibmas, tapi personil Polresta itu kita libatkan semua sampai dengan desa per desa. Supaya kerjanya bisa bersama-sama secara cepat, kemudian secara masif, ini supaya targetnya bisa terpenuhi," pungkasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan