METROPEKALONGAN.COM, Batang — Perkembangan ekonomi di Kabupaten Batang tak lepas dari geliat sektor perkoperasian. Kelahiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi angin segar, namun juga tantangan baru agar dapat terus bertumbuh dan menyejahterakan anggotanya.
Melihat fenomena tersebut, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Daerah Batang berkomitmen untuk pasang badan memberikan pendampingan dan teladan bagi Kopdes Merah Putih.
Ketua Dekopin Wilayah Jawa Tengah, Walid menegaskan bahwa Dekopinda Batang memiliki peran vital sebagai pendahulu untuk menuntun Kopdes Merah Putih yang masih awam.
“Saya sering menyebutnya "adik-adik" kita ini Koperasi Merah Putih ini, menjaga prinsip jiwa koperasi itu sendiri, dalam setiap menjalankan unit usahanya maupun keorganisasiannya,” tegasnya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dekopin Daerah Batang di Gedung PCNU Batang, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, pasca pandemi Covid-19, tidak sedikit koperasi di Jawa Tengah yang terpaksa gulung tikar akibat tata kelola yang buruk, seperti abai menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga tak tercatat di dinas terkait.
Baca Juga: Pemkab Batang Gandeng TNI-Polri Sisir Desa untuk Registrasi Ulang Penerima Bansos 2027
Kendati demikian, masih ada ribuan koperasi yang terbukti tangguh dan akuntabel. “Meskipun demikian, di Jawa Tengah masih 4 ribu hingga 5 ribu koperasi yang masih aktif dibuktikan usahanya berjalan lancar, rapat anggota tahunan aktif digelar,” jelasnya.
Ia berharap kepengurusan Dekopinda Batang yang baru dapat menjadi wadah edukasi, pelatihan, serta mampu memayungi seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Batang.
“Semoga kepengurusan nantinya tetap bisa mendengar masukan dari gerakan koperasi yang ada di Kabupaten Batang,” harapnya.
Dukungan senada disampaikan Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Wahyu Budi Santoso. Menurutnya, pendampingan dari Dekopinda sangat penting mengingat Kopdes Merah Putih merupakan entitas 'yunior' di dunia koperasi Batang.
“Yang jelas Dekopinda memberikan prinsip-prinsip dasar perkoperasian yakni memiliki asas kekeluargaan, sehingga semngat perjuangannya tinggi,” tuturnya.
Wahyu mengapresiasi gelaran Musda Dekopinda Batang dan berharap pengurus terpilih dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan ekonomi kerakyatan.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Batang Muhammad Busro menjelaskan bahwa Musda ini menjadi momentum evaluasi kinerja lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah kebijakan periode 2026–2031.
Ia mengungkapkan, iklim perkoperasian di Kabupaten Batang justru menunjukkan grafik positif usai hadirnya Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Pemkab Batang Matangkan RDTR Subah dan Batang demi Kepastian Investasi
“Hari ini juga sekian pemilihan ketua Dekopinda yang baru. Selama di bawah kepemimpinannya, Dekopinda senantiasa bekerja sama dengan Disperindagkop dan UKM Batang. Kami pun selalu membina dan advokasi ketika koperasi ada permasalahan. Yang pasti perkembangannya di Batang justru mengalami peningkatan jumlah hingga lebih dari 500 koperasi setelah lahirnya Kopdes Merah Putih,” ujar dia.
Guna menjaga kelangsungan usaha, Muhammad Busro membagikan kiat utama agar koperasi tetap eksis dan dipercaya oleh anggotanya. “Untuk menjaga kepercayaan itu, tingkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi, kembangkan jaringan internal maupun eksternal, selalu berinovasi dan menjalin kekompakan dengan pengurus,” tandasnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan