METROPEKALONGAN.COM, Batang – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan peringatan keras kepada ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Batang.
Ia meminta para pegawai, khususnya tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendidik (guru), tidak bersikap acuh tak acuh atau menerapkan prinsip zero-sum game saat melayani masyarakat.
Faiz menegaskan, PPPK digaji oleh negara untuk menyelesaikan masalah warga (problem solver), bukan malah melempar tanggung jawab atau menganggap persoalan selesai begitu saja saat warga mengalami kendala.
"Saya tekankan kembali, mayoritas PPPK ini adalah nakes dan guru. Jangan sampai ada istilah zero-sum game—ketika ada bottleneck atau masalah, terus diabaikan begitu saja dan dianggap selesai. Tugas mereka adalah solving problem masyarakat secara tuntas," tegas Faiz.
Sebagai ilustrasi, Faiz menyoroti pelayanan di fasilitas kesehatan. Ia melarang keras petugas menolak pasien miskin hanya karena status BPJS Kesehatannya tidak aktif.
"Misal ada warga datang tapi BPJS Kesehatannya mati, tidak boleh langsung ditolak begitu saja. Harus dibantu bagaimana caranya BPJS itu direaktivasi. Kalau warga betul-betul tidak mampu, kita punya skema bantuan lain seperti Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sistemnya dan skemanya sudah ada," ujarnya.
Baca Juga: Bus Persib U-18 Diserang Oknum Suporter di Rest Area 360 Batang, Kaca Pecah hingga Barang Raib
Pemkab Batang memastikan anggaran untuk kesejahteraan PPPK dalam kondisi aman. Namun, jaminan tersebut diimbangi dengan pengawasan dan evaluasi kinerja yang ketat.
Faiz mengungkapkan, Pemkab Batang tidak segan memberikan sanksi tegas hingga memberhentikan PPPK yang terbukti melanggar disiplin.
"Kita selalu ada mekanisme kontrol dan penilaian, dan BKPSKD yang akan selalu memberikan report. Kita beberapa kali juga sudah memberhentikan PPPK ya karena melanggar beberapa disiplin," tandasnya.
Di sisi lain, Pemkab Batang tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi PPPK untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Bahkan, jika ada pegawai yang mendapat tawaran karier lebih baik di tempat lain, pemkab mempersilakan.
"Manfaatkan waktu ini untuk terus meningkatkan kompetensi. Jika suatu saat ada tawaran yang lebih baik di tempat yang lain, kita selalu terbuka mereka untuk bisa berkarier di manapun," tambahnya.(yan)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : Metro Pekalongan