BPI dan DLHK Jateng Kembali Tanam Ribuan Mangrove, Uji Coba Penahan Bibit

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:21 WIB
ROB: Penanaman mangrove di pesisir Batang untuk pemulihan lingkungan.
ROB: Penanaman mangrove di pesisir Batang untuk pemulihan lingkungan.

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Ancaman banjir rob di pesisir Pantura Jawa Tengah terus direspons dengan berbagai inovasi pemulihan lingkungan. Memperingati satu tahun program Mageri Segoro, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah melakukan aksi nyata penanaman 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang.

Uniknya, penanaman kali ini menguji coba metode anyar untuk menyiasati pasang air laut yang kerap menenggelamkan bibit muda. Petugas menggunakan media peninggi tanaman berupa karung berisi lumpur.

Cara ini dirancang agar posisi bibit mangrove lebih tinggi sehingga tidak terendam sepenuhnya saat rob menerjang. Hasil uji coba ini bakal dievaluasi sebagai metode penanaman adaptif di kawasan pesisir Pantura.

Aksi lingkungan ini bertepatan dengan satu tahun berjalannya gerakan Mageri Segoro, program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang fokus pada mitigasi perubahan iklim, pemulihan ekosistem pesisir, dan penyerapan karbon.

Guna mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir Batang, PT Bhimasena Power Indonesia (pengelola PLTU Batang) menargetkan bantuan 30.000 bibit mangrove sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, sebanyak 17.300 bibit telah berhasil tertanam di berbagai titik pesisir.

Baca Juga: PT BPI Serahkan Bantuan 11 Mesin Kapal dan Pelatihan Perbaikan untuk Nelayan Roban Barat

Khusus di Desa Denasri Kulon, total bibit mangrove yang telah menghijaukan kawasan tersebut mencapai sekitar 52.300 batang dengan luas cakupan area mencapai 6,8 hektare.

Ekosistem mangrove yang kokoh terbukti ampuh menjadi benteng alam penahan banjir rob, penyedia habitat biota laut, sekaligus penyerap emisi karbon efisien.

Sinergi Mageri Segoro untuk Pesisir Jawa Tengah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika menegaskan bahwa keberhasilan program Mageri Segoro bertumpu pada kolaborasi lintas sektor.

“Pelestarian mangrove membutuhkan komitmen dan kerja sama yang berkelanjutan. Melalui program Mageri Segoro, kami mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir. Kami berterima kasih kepada PT Bhimasena Power Indonesia yang telah terlibat sejak awal Program Mageri Segoro hingga saat ini. Kamipun berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga diikuti pemeliharaan dan pemantauan agar mangrove dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.

Senada, General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi Pemprov Jateng dan Pemkab Batang dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir.

“Bagi Bhimasena Power Indonesia, pelestarian lingkungan merupakan upaya bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan. Melalui dukungan terhadap penanaman mangrove bersama DLHK Jawa Tengah dalam program Mageri Segoro, kami ingin berkontribusi dalam menjaga ekosistem pesisir. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
dlh jateng mangrove batang