SPPG Bawang Ditutup Permanen, Wabup Tegaskan Seluruh SPPG Harus Penuhi SOP

Riyan Fadli • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:10 WIB
SIDAK: Wakil Bupati Batang Suyono saat melakukan sidak di SPPG Bawang beberapa waktu lalu.
SIDAK: Wakil Bupati Batang Suyono saat melakukan sidak di SPPG Bawang beberapa waktu lalu.

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang milik Yayasan Bela Batang Sejahtera resmi disuspend secara permanen oleh pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pusat.

Sanksi tegas ini dijatuhkan menyusul insiden keracunan makanan yang sempat menimpa 717 siswa penerima manfaat dan orangtuanya di wilayah Bawang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Kabupaten Batang sekaligus Wakil Bupati Batang, Suyono, membenarkan kabar penghentian operasional dapur pelayanan tersebut.

"Iya, sebenarnya penutupan permanen itu sudah dari minggu yang lalu saya sudah dengar minggu itu, tapi saya belum berani menyampaikan karena belum ada secara tertulis dari pusat. Dan sekarang sudah di TikTok pun kan sudah dikeluarkan, terus sudah terukurlah maksudnya dari kejadian-kejadian itu dari MBG pusat menetapkan penutupan permanen," ujar Suyono.

Baca Juga: BGN Tutup Permanen SPPG Bawang Imbas Keracunan Massal, Ini Pemicunya

Meski SPPG Bawang ditutup total, Suyono memastikan pemenuhan gizi bagi para siswa penerima manfaat tidak akan terhenti. Pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator wilayah (corwil) agar skema distribusi dialihkan ke dapur pelayanan terdekat yang beroperasi sesuai standar.

"Tapi saya sudah telepon corwil nanti pembagian yang penerima manfaat itu akan terbagi ke SPPG terdekat. Itu pun tersistem dari pusat, jadi tinggal menerima," jelasnya.

Terkait hasil laboratorium detail atas insiden keracunan tersebut, Suyono memilih untuk tidak berspekulasi sebelum menerima dokumen fisik secara resmi dari pihak berwenang.

"Kalau hasil penemuan itu saya tidak bisa menyampaikan, meskipun di sana sudah kan, sebenarnya sih agak-agak juga hasil-hasilnya, tapi karena saya tidak melihat tulisannya maka saya tidak bisa menyampaikan," ungkapnya.

Menanggapi masih ditemukannya dapur SPPG yang belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) saat inspeksi mendadak (sidak), Ketua Satgas MBG Batang ini memberikan imbauan keras kepada seluruh pengelola SPPG di wilayahnya. Ia menegaskan akan rutin melakukan pengawasan langsung di lapangan.

 

"Ya, saya sampaikan seluruh SPPG harus memenuhi SOP. Kalau tidak memenuhi SOP, dari sekarang dibenahi sebelum saya turun secara keseluruhan di lapangan, karena saya akan turun terus tinggal waktunya nanti tentatif saat turun itu. Maka dibenahi dari sekarang," tegas Suyono.

Ia mengakui bahwa penutupan sebuah SPPG merupakan keputusan berat mengingat besarnya investasi dan nasib para pekerja. Namun, keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditoleransi.

"Saya tidak ingin membuat SPPG itu rugi, misalkan ditutup dengan semena-mena, tapi kan menutup itu harus dengan kriteria-kriteria SOP yang dijalankan apa tidak. Saya menyadari bahwa di situ modalnya juga besar, karyawannya kalau berhenti terus seperti apa, saya juga sebagai manusia ada hati yang harus saya pakai, kecuali sudah benar-benar tidak mau dan sampai misalkan kejadian keracunan itu sudah harus dengan ketegasan tersebut," paparnya.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Suyono mendorong pengelola SPPG untuk aktif membagikan sampel makanan harian ke Puskesmas setempat sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Langkah ini penting sebagai tindak pencegahan sekaligus mempermudah pengujian laboratorium secara mandiri dan cepat.

"Iya kan, sebaiknya sampel-sampel ini kalau tidak merasa kesulitan, sampel itu diberikan ke dinas terkait, misalkan Puskesmas setempat. Ini hari ini yang akan saya distribusikan, maka saya silakan monggo nanti dianalisa atau bahkan dilabkan. Kalau ada hasil apa-apa nanti berarti kan sudah ada bank atau sampelnya di Puskesmas sediakan," pungkas Suyono. (yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
bawang keracunan SPPG batang Mbg