29 Kecelakaan Telan 33 Korban, Pelajar SMPN 2 Batang Diajari Aman Melintasi Rel Kereta Api

Riyan Fadli • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:11 WIB
EDUKASI: Pelajar SMPN 2 Batang mengikuti edukasi pencegahan kecelakaan di perlintasan kereta api dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang di Lapangan SMPN 2 Batang.
EDUKASI: Pelajar SMPN 2 Batang mengikuti edukasi pencegahan kecelakaan di perlintasan kereta api dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang di Lapangan SMPN 2 Batang.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Sebanyak 29 kecelakaan di perlintasan kereta api terjadi sepanjang 2026 dengan jumlah korban mencapai 33 orang.

Kondisi tersebut mendorong Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang memberikan edukasi keselamatan kepada ratusan pelajar SMPN 2 Batang.

Sekolah tersebut dipilih karena lokasinya berdekatan dengan perlintasan sebidang. Para siswa juga harus melewati perlintasan kereta api saat berangkat maupun pulang sekolah.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan SMPN 2 Batang, Senin 19 Oktober 2026, petugas mengenalkan berbagai rambu perlintasan sekaligus memperagakan cara aman melintasi rel kereta api.

Koordinator Satuan Pelayanan Pekalongan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang, Taofiq Hidayat Suwarsono, mengatakan edukasi tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama di lingkungan sekolah yang berada dekat perlintasan.

“Tahun ini cukup banyak kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api, yang justru mayoritas terjadi di perlintasan yang dijaga petugas. Tahun ini ada 29 kasus kecelakaan dengan 33 korban, maka edukasi ini perlu disampaikan mengingat SMP 2 ini dekat dengan perlintasan kereta api,” katanya.

Baca Juga: Tayang di Netflix, Alas Roban The Series Angkat Nama Batang ke Kancah Internasional

Menurutnya, edukasi keselamatan menjadi semakin penting karena para siswa setiap hari hilir mudik melewati perlintasan sebidang. Di sekitar lokasi juga terdapat pasar yang dipadati pedagang dan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, siswa dikenalkan dengan rambu-rambu perlintasan, regulasi keselamatan, hingga sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Salah seorang siswi SMPN 2 Batang, Lila, mengaku lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan langsung dari petugas. Sebab, ia harus melewati perlintasan kereta api setiap kali berangkat ke sekolah.

“Sekarang saya jadi tahu cara melintas dengan aman dan benar, apalagi rumah saya di Petodanan Baru yang mengharuskan melewati perlintasan kereta api. Biasanya kalau berangkat diantar orang, walau sempat sedikit cemas, tapi setelah ada sosialisasi ini, jadi lebih paham dengan selogan "BERTEMAN" artinya Berhenti, Tengok kanan kiri, Aman lalu Jalan,” tuturnya.

Kepala SMPN 2 Batang Moehamad Santoso mengatakan, edukasi keselamatan dari petugas sangat bermanfaat bagi siswa. Terlebih, sebagian besar siswa melewati perlintasan kereta api saat berangkat dan pulang sekolah.

Slogan “BERTEMAN” dinilai mudah diingat dan dapat membantu siswa memahami cara aman melintasi rel kereta api.

“Memang sedikit ada kecemasan karena anak-anak sering belum begitu memahami ketika lewat di perlintasan, kadang menerobos tanpa memperhatikan risikonya. Semoga sosialisasi ini menjadikan mereka lebih paham dan waspada ketika melewati perlintasan kereta api,” ungkapnya.

Selain mengedukasi siswa, Satuan Pelayanan Pekalongan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Semarang juga menyerahkan perlengkapan kepada petugas penjaga pintu perlintasan. Bantuan tersebut diberikan untuk menunjang keselamatan dan memudahkan petugas selama bekerja.

Baca Juga: Tol Khayangan 2 di Batang Terganjal Anggaran Rp 7,5 Miliar, di Sini Lokasinya

Salah seorang Penjaga Jalan Lintas, Arifin, mengapresiasi pemberian perlengkapan tersebut. Pasalnya, sarana dan prasarana yang digunakan petugas belum pernah diperbarui selama beberapa tahun terakhir.

“Dapat topi, rompi, sepatu, kotak P3K dan lainnya. Saya terima kasih karena sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu yang sudah 11 tahun mengabdi, ini mendapat perhatian,” ujar dia.

Arifin mengatakan, kondisi yang paling dikhawatirkan petugas adalah kerusakan palang pintu dan cuaca buruk.

Kemacetan juga sempat terjadi ketika para pedagang menggelar lapak di sekitar perlintasan kereta api. Namun, arus lalu lintas kini menjadi lebih lancar setelah para pedagang direlokasi dari sekitar perlintasan.

“Alhamdulillah setelah pedagang direlokasi, sekarang tidak macet lagi waktu perlintasan dibuka,” tandasnya.(yan)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
perlintasan kereta SMPN 2 Batang edukasi batang