METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Rencana pemerintah pusat merelokasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekalongan ke Desa Larikan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalonan, sempat mendapat penolakan dan kekhawatiran warga setempat.
Warga takut dan khawatir kehadiran Lapas justru memberi dampak buruk terhadap kehidupan dan lingkungan Desa Larikan.
Tapi pihak Lapas dan Pemkab Pekalongan terus mencoba meyakinkan warga dengan menjanjikan adanya kerja sama kemitraan nantinya.
Kekhawatiran warga berkisar seputar ketakutan bahwa keberadaan Lapas nantinya akan memicu peredaran narkoba hingga pelarian napi.
Warga juga khawatir jalan desa yang bertahun-tahun dibangun secara swadaya akan hilang karena terdampak pembangunan.
Penolakan-penolakan ini muncul pada Desember 2023 lalu dan sempat gempar di Kecamatan Doro dan sekitarnya.
Kepala Lapas Pekalongan Asih Widodo menanggapi, relokasi itu merupakan program prioritas nasional di bidang keamanan negara.
Urgensinya, karena kondisi lapas di Kota Pekalongan sudah sering terendam banjir-rob dan sudah tidak memadai.
"Sehingga perlu dibangun kembali agar memenuhi standar keamanan," katanya dalam sosialisasi kepada warga Larikan, belum lama ini.
Menurutnya, relokasi lapas justru akan membawa dampak positif bagi sektor ekonomi desa setempat.
Misalnya, kata dia, warga bisa membuka usaha seperti warung makan, toko kelontong, hingga kos-kosan.
Pihaknya akan menjawab kehawatiran dan penolakan warga dengan sejumlah kebijakan.
Di antaranya dengan akan menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra usaha lapas nantinya.
"Itu dikemas dengan skema kerja sama. Pemerintah desa dan karang taruna juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembinaan narapidana di lapas nantinya," ungkapnya.
Senada diungkapkan Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar. Ia mengatakan, warga yang menolak juga akan diajak berembuk.
Soal jalan yang dikhawatirkan hilang karena pembangunan, juga akan dicarikan solusi bersama.
"Penolakan ini justru jadi masukan. Karena sejak awal nawaitunya ini tidak hanya bangun gedung, melainkan juga menjadikan pusat-pusat pertumbuhan pembangunan di wilayah Doro dan sekitarnya," katanya.
Ia menegaskan, lapas itu bukan tempat pembuangan. Sehingga masyarakat tak perlu takut akan berdampak negatif bagi lingkungan sekitar.
"Justru warga akan digandeng, misalnya dengan BUMDes," ucapnya.
Akbar menambahkan, saat ini progres rencana pembangunan lapas ini memang masih dalam tahap sosialiasi.
"Tapi pembangunan fisik diharapkan bisa dimulai tahun ini," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla