METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Hingga bulan kedua tahun ini wilayah Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan terpantau masih aman dari banjir.
Pemandangan ini tentu sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun silam.
Biasanya, baru awal tahun saja Desa Tegaldowo sudah tergenang banjir.
Saah satu faktor yang membuat Desa Tegaldowo masih aman dari banjir hingga Februari 2024 ini karena sudah ada rumah pompa.
Rumah pompa di Desa Tegaldowo ini ternyata sudah mulai dibangun empat bulan lalu.
Itu merupakan proyek Pemkab Pekalongan untuk mengatasi banjir yang menjadi persoalan langganan Desa Tegaldowo.
Namun rumah pompa ini disebut-sebut juga mampu menyedot genangan-genangan dari dua desa sebelah, yakni Desa Mulyorejo dan Karangjompo.
"Iya, ini untuk tiga desa dulu. Tahun ini kami akan bangun lagi untuk Desa Jeruksari yang juga langganan banjir," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat meresmikan rumah pompa Tegaldowo, Jumat (2/2/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar menambahkan, rumah pompa Tegaldowo dibangun dengan dana Rp 2,93 miliar.
Itu masuk proyek tahun 2023 yang sudah beroperasi, tapi baru baru diresmikan sekarang.
Ia mengakui memang baru kali ini pihaknya membangun rumah pompa sebesar itu.
Tapi untuk pompa dengan ukuran yang lebih kecil, sudah ada di sejumlah titik di desa-desa bagian utara Kecamatan Tirto.
"Iya, yang besar seperti ini, baru satu ini. Kami memang bertahap, ya. Tahun ini, seperti yang disampaikan ibu Bupati, akan dibangun juga di Desa Jeruksari," jelasnya.
Kepala Desa Tegaldowo Budi Jumiadi mengatakan, kekuatan rumah pompa tersebut mampu menyedot air 500 liter per detik.
Budi mengungkapkan keberadaan dan fungsinya sudah bisa dirasakan saat ini.
"Saya menjabat kades di sini, lima tahun terakhir selalu banjir tiap Januari. Ini sudah Februari alhamdulillah belum. Semoga tidak," ungkapnya.
Sebelum ada rumah pompa sebesar itu, kata dia, desa-desa hanya mengandalkan pompa dengan mesin diesel kecil.
Ia menyebutkan, Desa Tegaldowo memiliki lima diesel, Karangjompo tiga, dan Mulyorejo tiga.
Baca Juga: Bukti Ini Menunjukkan Kota Pekalongan Memang Langganan Banjir Sejak Ratusan Tahun Lalu
"Sejak ada rumah pompa ini, ya, pengoperasian mesin diesel kami kurangi. Tegaldowo ini sekarang hanya mengoperasikan dua diesel," ucapnya.
Ia menambahkan, sementara ini rumah pompa belum dioperasikan 24 jam penuh. Paling hanya 2-3 jam, berhenti, lalu lanjut lagi.
"Karena kami lihat juga debit airnya. Mungkin kalau hujan besar, itu baru jam operasionalnya bisa saja bertambah," jelasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla