METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bangunan MIS Ma'arif NU, Winduaji, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, tertimpa longsor.
Akibatnya, tiga ruang kelas sekolah ini hancur dan halaman sekolah pun kini penuh lumpur.
Pihak sekolah sementara ini terpaksa memberlakukan pembelajaran daring seperti saat pandemi covid-19.
Peristiwa longsor menimpa MIS Ma'arif NU Winduaji ini terjadi pada Minggu 4 Februari 2024, sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu wilayah Paninggaran diguyur hujan sangat lebat sejak siang hingga petang.
Kepala Sekolah MIS Ma'arif NU Winduaji Jafar Hamzah mengatakan, rusaknya tiga ruang kelas itu termasuk kategori kerusakan berat.
Pasalnya atap dan dinding ketiga ruangan tersebut sampai roboh karena tertimpa material longsor.
Selain itu, juga ada kerusakan ringan di ruang guru dan fasilitas kelas seperti meja dan kursi sejumlah 30-an buah.
Hanya ada tiga ruang kelas yang masih tergolong aman dan terhindar dari kerusakan akibat longsor.
"Praktis kami sementara ini harus memberlakukan pembelajaran daring seperti saat covid-19. Karena tidak mungkin hanya memakai tiga ruang kelas yang tersisa, juga dengan kondisi sekolah yang penuh lumpur," ungkapnya, Senin 5 Februari 2024.
Pihaknya belum tahu akan sampai kapan memberlakukan pembelajaran daring ini.
Hingga saat ini belum ada penanganan dan uluran tangan dari pihak manapun.
Kecuali dari warga setempat dan relawan Banser yang gotong-royong membersihkan lumpur.
"Yang pasti siswa bisa kembali ke sekolah, ya, kalau lumpur sudah bersih dan ruang kelas sudah direnovasi seadanya," ujarnya.
Pihaknya berharap ada bantuan rehab secepatnya untuk tiga ruang kelas yang rusak berat.
Selain itu juga ada bantuan pembangunan penguat tebing belakang sekolah.
Sebab tebing di belakang sekolah belum dilengkapi penguat sehingga masih berpotensi longsor, mengingat curah hujan sedang tinggi.
"Kami harap ada bantuan itu, biar siswa bisa belajar tatap muka kembali. Itu lebih efektif dibanding kalau daring," harapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla