METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 Kabupaten Pekalongan ternyata masuk kategori rawan sedang.
Kendati demikian, kategori rawan sedang ini paling besar bukan terkait dengan soal kerawanan konflik atau gesekan.
Melainkan berkaitan dengan titik-titik atau wilayah Kabupaten Pekalongan yang rawan bencana saat pelaksanaan pemungutan suara (coblosan) maupun penghitungan suara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Mohamad Tohir menjelaskan, kerawanan pemilu di Kabupaten Pekalongan tidak terlepas dengan kondisi geografis Kota Santri yang terdiri atas wilayah pegunungan dan pesisir.
Tohir mengatakan, sejumlah wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan punya potensi bencana longsor.
Sementara di wilayah pesisir ada beberapa desa yang berpotensi tergenang banjir atau rob saat coblosan.
"Tapi semua sudah kami koordinasikan dengan KPU dan mereka sudah memitigasi potensi atau kerawanan ini," ungkapnya.
Tohir mengatakan, pihaknya juga sudah memberi semacam imbauan dan pemetaan kepada KPU terkait titik-titik mana saja yang rawan bencana.
"Titiknya (yang berpotensi longsor) itu ada Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang, dan sebagian Talun. Kemudian daerah bawah yang rawan banjir," sebutnya.
Soal titik rawan gesekan atau konflik, kata Tohir, di Kabupaten Pekalongan masih relatif tidak ada atau kondusif.
"Untuk Pemilu 2024 ini (potensi gesekan), sementara ini masih kondusif. Karena kami sudah cegah dengan rutin melakukan imbauan ke peserta pemilu untuk kondusif. Dan sampai saat ini itu bisa meminimalisasi gesekan," ujarnya.
Selasa, 6 Februari 2024, Bawaslu Kabupaten Pekalongan melaksanakan Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Pengawasan Tahapan di kawasan Objek Wisata Linggoasri.
Apel tersebut diikuti 285 orang Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) dan 57 orang Panwascam.
"Apel ini tujuannya untuk menyatakan bahwa kita memastikan diri bahwa dalam menyongsong tahapan yang sangat krusial, seperti distribusi logistik, pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi, sampai tahapan akhir, kita benar-benar siap," tandas Tohir. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla