Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Begini Kesaksian Korban Selamat dan Jawaban PT HAI atas Peristiwa Banjir Bandang Desa Wangandowo Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Jumat, 15 Maret 2024 | 08:03 WIB

 

PORAK PORANDA: Kondisi rumah yang hancur tersapu banjir bandang, Desa Wangandowo, Bojong, Kabupaten Pekalongan.
PORAK PORANDA: Kondisi rumah yang hancur tersapu banjir bandang, Desa Wangandowo, Bojong, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Dua warga tewas dalam peristiwa banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Banjir ini bukan dari luapan sungai maupun faktor alam lainnya. Melainkan akibat jebolnya kolam penampung air milik PT HAI, pabrik sepatu yang berada di dekat permukiman Desa Wangandowo. 

Peristiwa dahsyat ini terjadi pada Rabu malam 13 Maret 2024 , sekitar pukul 19.00. Dalam video yang beredar, air bah mengalir sangat deras ke permukiman. Memporak-porandakan rumah, musala, kendaraan, hingga menyeret dua manusia.

Korban tewas ialah Warsilah, 38, dan Sifa, 10. Keduanya merupakan ibu dan anak. Usai kejadian sempat dikabarkan hilang. Begitu ditemukan oleh Tim SAR, mereka sudah tak bernyawa.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, ada dua rumah hanyut, 20 rusak berat, dan 50 rusak ringan. Selain itu jembatan, sekolah, hingga musala juga porak poranda.

Kamis 14 Maret 2024, kondisi di Wangandowo masih memilukan. Tampak Tim SAR gabungan, TNI, Polri, tengah membantu membersihkan lumpur di rumah warga.

 

BANJIR BANDANG: Tim SAR membantu membersihkan lumpur di rumah warga yang terdampak banjir bandang, Desa Wangandowo, Bojong, Kabupaten Pekalongan.
BANJIR BANDANG: Tim SAR membantu membersihkan lumpur di rumah warga yang terdampak banjir bandang, Desa Wangandowo, Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Ada warga yang secara mandiri memunguti barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Ada ibu-ibu yang menjemur rapor sekolah anaknya. Sebagian warga ada yang masih bertahan di pengungsian.

Salah satu warga selamat, Sipon Tarso, 60, menceritakan apa yang ia lihat di depan mata saat kejadian.

Saat itu, usai berbuka puasa, ia ke warung beli rokok. Ia kemudian duduk di teras. Rokok belum habis sebatang, terdengar suara gemuruh dari kejauhan. Ia juga mendengar teriakan "banjir" dari arah lain.

"Saya langsung seret istri saya ke teras rumah. Kami berpegangan saka rumah. Kami melihat air bah datang ke arah kami. Kami histeris. Terus berpegangan saka," ungkap dia di posko pengungsian, Kamis 14 Maret 2024.

Air bah itu berlangsung kurang lebih 30-an menit. Sipon benar-benar menyaksikan dahsyatnya arus yang menggulung apa pun.

Air juga sempat masuk ke rumahnya. Tapi dia berusaha tetap berpegangan saka.

"Saya tidak memikirkan barang-barang. Yang ada di pikiran cuma kami bertahan biar selamat. Wong mobil saya saja terseret, saya biarkan. Kami tetap berpegang saka," ucapnya.

Mantan Ketua RT ini mengatakan, belum pernah terjadi sekali pun banjir di desanya. Apalagi kejadian air bah begini.

"Banjir ini kan gara-gara embung pabrik itu jebol. Sementara permukiman kami ada di dataran bawah pabrik itu. Otomatis arusnya luar biasa," paparnya.

Pabrik sepatu tersebut belum beroperasi. PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) sedang proses merampungkan pembangunannya.

Secara teknis belum jelas apa sebenarnya fungsi embung atau kolam penampung air di lahan pembangunan pabrik itu.

Perwakilan PT HAI Alex Sapri hanya menyebut, itu berfungsi untuk menangkap air. "Itu danau buatan, untuk menangkap air," singkatnya.

Parahnya, embung ini tidak dibangun dengan konstruksi permanen. Tidak ada dinding tanggul penahan.

"Itu belum selesai dikerjakan. Masih dalam pengerjaan. Masih hanya tanah, belum diapa-apain," jawabnya.

Alex tidak bisa menyebutkan berapa luas dan kedalaman embung tersebut yang sampai air jebolannya memporakporandakan ruang hidup warga.

"Kalau ukurannya mungkin tim teknis yang lebih memahami, ya," ucapnya.

Alex hanya bisa berbicara banyak soal komitmen PT HAI yang akan bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa memilukan ini. Termasuk memberikan santunan kepada keluarga korban tewas.

"Kami akan tanggung semua. Satu sendok pun yang hilang, akan kami tanggung," ucapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wangandowo #pabrik sepatu #kabupaten Pekalongan #banjir bandang #Bojong #PT HAI