Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ancam Hentikan Pembangunan Pabrik Sepatu Jika PT HAI Tak Serius Tangani Penyebab Banjir Bandang Wangandowo

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 17 Maret 2024 | 03:19 WIB
TEGAS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat mengecek langsung ke embung pabrik sepatu, Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kamis (14/3/2024).
TEGAS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat mengecek langsung ke embung pabrik sepatu, Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kamis (14/3/2024).


METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan mengambil sikap atas peristiwa banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, yang menghasilkan dua orang warga.

Bupati Fadia Arafiq telah meminta PT HAI imbang dan membenahi penampung air (embung) dengan konstruksi yang standar dan aman.

Jika tidak, pembangunan pabrik sepatu di sana tidak dapat dilanjutkan. 

Fadia mengingatkan, PT HAI jangan hanya membenahi embung dengan membuat tanggul yang bersifat darurat.

Melainkan harus sesuai teknis dan mengukur kemungkinan-kemungkinan terburuk.

Baca Juga: Cek Lokasi Banjir Bandang Wangandowo Kabupaten Pekalongan, Kapolda Jateng Minta Pabrik Segera Lakukan Pemulihan

“Karena bencana tidak tahu kapan datang. Jadi kalau tidak seperti itu (tidak sesuai teknis), PT-nya tidak dapat kami izinkan untuk melanjutkan pembangunannya lagi,” tegas Fadia.

Hal itu Fadia sampaikan saat pengecekan langsung lokasi embung PT HAI pada Kamis (14/3/2024) sore.

Fadia ke sana dengan didampingi sekretaris daerah dan para kepala dinas teknis.

Rombongan juga mengunjungi warga terdampak di posko pengungsian sekaligus memastikan stok logistik.

"Kami juga sudah memanggil pihak perusahaan (PT HAI), mereka menyatakan siap bertanggung jawab, mengganti rugi kerusakan rumah warga, dan siap membuat tanggul sesuai dengan teknis yang seharusnya," ungkapnya.

Baca Juga: BPBD Kota Pekalongan Masih Terus Mengevakuasi Warga Terdampak Banjir ke Lokasi Pengungsian

Kamis malam 14 Maret 2024, Pejabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana juga datang ke posko pengungsian.

Ia menyampaikan analisa tim teknisnya tentang penyebab jebolnya embung PT HAI.

“Analisa sementara kami, itu jebol karena tanggulnya ini masih (hanya) terbuat dari tanah yang dipadatkan. Ketika udara sudah melebihi kapasitas (karena curah hujan tinggi), akhirnya jebol, menyebabkan banjir bandang atau air bah masuk ke organisasi,” ucapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wangandowo #kabupaten Pekalongan #banjir bandang #Fadia Arafiq #Bojong #PT HAI