METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan mengambil sikap atas peristiwa banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, yang menghasilkan dua orang warga.
Bupati Fadia Arafiq telah meminta PT HAI imbang dan membenahi penampung air (embung) dengan konstruksi yang standar dan aman.
Jika tidak, pembangunan pabrik sepatu di sana tidak dapat dilanjutkan.
Fadia mengingatkan, PT HAI jangan hanya membenahi embung dengan membuat tanggul yang bersifat darurat.
Melainkan harus sesuai teknis dan mengukur kemungkinan-kemungkinan terburuk.
“Karena bencana tidak tahu kapan datang. Jadi kalau tidak seperti itu (tidak sesuai teknis), PT-nya tidak dapat kami izinkan untuk melanjutkan pembangunannya lagi,” tegas Fadia.
Hal itu Fadia sampaikan saat pengecekan langsung lokasi embung PT HAI pada Kamis (14/3/2024) sore.
Fadia ke sana dengan didampingi sekretaris daerah dan para kepala dinas teknis.
Rombongan juga mengunjungi warga terdampak di posko pengungsian sekaligus memastikan stok logistik.
"Kami juga sudah memanggil pihak perusahaan (PT HAI), mereka menyatakan siap bertanggung jawab, mengganti rugi kerusakan rumah warga, dan siap membuat tanggul sesuai dengan teknis yang seharusnya," ungkapnya.
Baca Juga: BPBD Kota Pekalongan Masih Terus Mengevakuasi Warga Terdampak Banjir ke Lokasi Pengungsian
Kamis malam 14 Maret 2024, Pejabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana juga datang ke posko pengungsian.
Ia menyampaikan analisa tim teknisnya tentang penyebab jebolnya embung PT HAI.
“Analisa sementara kami, itu jebol karena tanggulnya ini masih (hanya) terbuat dari tanah yang dipadatkan. Ketika udara sudah melebihi kapasitas (karena curah hujan tinggi), akhirnya jebol, menyebabkan banjir bandang atau air bah masuk ke organisasi,” ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla