METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Buntut peristiwa banjir bandang di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tampaknya berkelanjutan.
Warga yang sudah kembali ke rumah, tiba-tiba minta kembali dievakuasi ke pengungsian.
Mereka trauma peristiwa air bah terulang, sampai ada yang pingsan hingga kejang-kejang.
Tangis dan ketakutan itu terjadi pada Sabtu malam 16 Maret 2024.
Saat itu hujan deras mengguyur desa yang belum sepenuhnya pulih dari banjir bandang akibat jebolnya embung PT HAI itu.
Ditambah ada yang dikumpulkan di sejumlah titik desa. Posko pengungsian yang semula kosong, malam itu kembali penuh orang (ada sekitar 58 orang).
"Awalnya aman-aman saja. Pas pukul 20.00, hujan deras. Banyak warga yang minta dievakuasi ke pengungsian karena trauma," kata Asyilin, relawan PMI Kabupaten Pekalongan yang bertugas di lokasi.
Ia menuturkan, tidak hanya anak-anak saja. Orang dewasa, lansia, penyandang disabilitas juga minta dievakuasi.
Ada pula warga penderita epilepsi yang harus dievakuasi.
"Tapi ada beberapa yang tidak mau ke posko pengungsian. Dia trauma sampai kejang-kejang. Mintanya diantar ke rumah saudaranya. Ada sekitar lima orang yang begitu," ucapnya.
Baca Juga: BPBD Kota Pekalongan Masih Terus Mengevakuasi Warga Terdampak Banjir ke Lokasi Pengungsian
Asyilin juga menceritakan warga yang ketakutan dan trauma berat.
Saat minta dievakuasi, dia tampak seperti orang ketakutan biasa.
Namun dalam perjalanan ke pengungsian, ia sudah menampakkan traumanya. Mungkin karena melihat hujan dan menampung udara.
“Akhirnya sampai pengungsian dia pingsan,”ucapnya.
Malam itu air juga menggenangi dapur umum. Polres Pekalongan menurunkan personel untuk memindahkan logistik dapur umum ke tempat lain.
Sementara lawan tetap berjibaku mengevakuasi warga.
Baca Juga: Banjir Semarang, Keberangkatan Kereta Daop 4 Dibatalkan dan Dialihkan ke Jalur Selatan
Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, logistik dapur umum dipindahkan ke Balai Desa Wangandowo.
“Kami pindahkan ke sana, tidak hanya logistiknya, tetapi juga aktivitas dapur umum,” ucapnya.
Minggu 17 Maret 2024, sebagian warga di pengungsian mulai kembali lagi ke rumah.
Pukul 16.30 tercatat tinggal 22 orang yang masih di pengungsian. Terdiri atas 2 balita, 6 anak-anak, sisanya orang dewasa.
Senin 18 Maret 2024, hujan tidak turun. Jumlah pengungsi di posko terus berkurang. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla