METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Belakangan ini warga Desa Bojong Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan resah dengan aktivitas tak jelas di area persawahan desa tiap malam.
Warga menduga ada praktik prostitusi pembohong di sana. Tiap malam banyak berpasang-pasangan menggelar tikar di tengah gelapnya area persawahan.
“Tiap malam banyak gelaran tikar seperti piknik,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Belum diketahui secara pasti dari mana saja orang-orang yang menggelar tikar di area persawahan Bojong Lor itu.
Juga belum diketahui bagaimana sistem dan aktivitas gelap itu berputar.
Baca Juga: Pedagang Liar Sebabkan Lahan Parkir Kian Semrawut, Pedagang Pasar Sorogenen Sambat ke Pemkot
Kepala Desa Bojong Lor Agus Haryanto mengatakan, warga hanya tak ingin desa menjadi tidak kondusif karena adanya aktivitas tersebut. Terlebih lagi di saat Ramadhan.
Sebagi bentuk kecaman dan penolakan, warga bersama Pemerintah Desa Bojong Lor kompak memasang baliho besar memberikan persetujuan kalimat keras terhadap praktik prostitusi.
Baliho ini dipasang di area persawahan yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi gelar tikar.
Langkah ini sekaligus sebagai peringatan dari warga dan pemdes.
“Adanya (dugaan) praktik esek-esek di wilayah kami, perangkat desa bersama Babinsa dan perangkat desa bersama-sama memasang persetujuan penolakan ini (supaya jadi peringatan),” ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan