METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Penyiapan lahan bakal hunian baru untuk warga Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, terus bergulir. Saat ini lahan sudah mulai dipasangi patok batas (kapling).
Pemkab Pekalongan menarget November 2024 pembangunan fisik hunian rampung dan ditempati warga (relokasi).
Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, Rabu 29 Mei 2024 Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah mulai memasangi patok di lahan relokasi itu, Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto.
"Juni, pembangunan fisik dimulai, nanti ada peletakkan batu pertama juga (pada bulan Juni)," ungkapnya.
Wacana relokasi ini sebenarnya sudah muncul sejak akhir era Bupati Asip Kholbihi. Terus bergulir hingga berganti kepemimpinan ke Bupati Fadia.
Relokasi ini sudah sangat dinantikan warga Simonet karena abrasi dan rob sudah menenggelamkan sebagian besar kampung mereka.
Keadaan tersebut memaksa mereka meninggalkan Simonet, mengungsi ke kerabat dan ada yang mengontrak rumah. Kini Simonet sudah tidak berpenghuni.
Akbar mengungkapkan, total ada 96 kepala keluarga (KK) yang akan direlokasi ke hunian baru di Tratebang nanti.
Mereka tidak hanya warga Simonet, melainkan juga warga di bantaran Sungai Mrican yang juga merupakan korban terdampak rob.
"Warga Simonet ada 66 KK, kemudian sisanya 12 warga Desa Sijambe, 15 warga Desa Wonokerto Kulon, satu warga Desa Api-Api, dan dua warga Desa Tratebang," sebutnya.
Masing-masing KK akan mendapat jatah lahan sekitar 63,6 meter persegi. Dari total itu, 36 meter persegi untuk bangunan hunian. Status tanahnya sertifikat hak milik (SHM) sebagai hibah dari Pemkab Pekalongan.
"Jadi komitmen Pemerintah dalam hal ini saya kira jelas, menghibahkan tanahnya terus kemudian juga memberikan pembangunan rumah beserta fasilitas sosialnya," tandas Akbar. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla